finnews.id – Sebagai bangsa yang majemuk, tentunya Indonesia kaya akan tradisi adat dari masing-masing provinsi hingga pelosok desa.
Tradisi Adat Ngarot Desa Nunuk, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, kembali digelar dengan meriah pada Minggu 28 Desember 2025. Acara puncak upacara yang berlangsung di halaman Kantor Desa Nunuk ini dihadiri sekitar 1.000 tamu undangan dan pengunjung, menampilkan arak-arakan bujang dan cuwene (pemuda dan pemudi) serta ritual sakral menyambut musim tanam.
Upacara dimulai pukul 08.00 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan aman dan lancar. Hadir dalam kegiatan ini Camat Lelea Atang Suwandi, S.STP, M.Si; Peltu Rudiyanto mewakili Danramil 1612/Lelea; AKP Heriyanto, SH selaku Kapolsek Lelea; para kepala desa se-Kecamatan Lelea; tokoh masyarakat Desa Nunuk; serta tamu undangan lainnya.
Rangkaian acara diawali dengan iring-iringan arak-arakan peserta Adat Ngarot, yakni bujang dan cuwene, dari rumah Kepala Desa Nunuk menuju Balai Desa pada pukul 08.30 WIB. Kemudian, pukul 09.45 WIB dilanjutkan acara inti upacara dengan susunan pembukaan, pembacaan petuah kolot desa, sambutan-sambutan, penyerahan simbolis Panca Usaha Tani kepada perwakilan karang taruna (karangsinom), serta penabuhan benge/bareng sebagai tanda resmi dimulainya pesta adat.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Nunuk menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh yang hadir. Ia menekankan bahwa Adat Ngarot merupakan tradisi turun-temurun yang unik hanya ada di Desa Nunuk.
“Tradisi ini diselenggarakan menjelang musim tanam, mengingat mayoritas masyarakat Nunuk adalah petani.
Nilai tradisi dan keyakinan ini perlu dilestarikan bersama oleh masyarakat dan pemerintah sebagai pelindung budaya,” ujarnya, seraya memohon maaf atas segala kekurangan.
Sementara itu, Camat Lelea Atang Suwandi dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran masyarakat Nunuk dan dari luar wilayah Lelea. “Ngarot merupakan tradisi yang harus dijaga dan dilestarikan.
Adat Ngarot hanya ada di Kabupaten Indramayu, tepatnya di Desa Nunuk ini. Kami pernah mempromosikannya ke negara tetangga saat acara di Sulteng, dengan mengenakan busana khas Ngarot yang menjadi kebanggaan dari seluruh Indonesia. Mari kita lestarikan budaya adat Ngarot ini,” tuturnya.