Catatan Dahlan Iskan

Tiga Serangkai

Bagikan
Tiga Serangkai Jumaane Williams (kiri) Zohran Mamdani dan Mark D. Levine.--
Bagikan

Murid SD Internasional

Kalau saya pribadi pragmatis saja. Selama rakyat bisa bebas dari kelaparan (ath’amahum min ju’), dan bisa bebas dari segala ketakutan (amanahum min khauf), saya tidak peduli pemerintahnya mau dipegang segelintir keluarga kek, dipegang sekelompok oligarki kek, dipegang tukang kayu kek, dipegang tukang martabak kek, tidak jadi soal. Yang penting outputnya. Dua indikator real di atas. Ath’amahum min ju’. Wa amanahum min khauf.

Jokosp Sp

Terjadi pembicaraan serius antara pegawai pu (PP) dengan sekumpulan masyarakat (SM) yang sedang terkena bencana banjir. Masyarakat yang tinggal di pinggir sepanjang jalan raya itu. SM : Pak ini setiap ada banjir pasti jalan raya ini jadi sungai besar, tidak ada gunanya mobil dan motor. Kami malah justru beralih ke klotok (sampan-sampan) kecil ini untuk memudahkan transportasinya. PP : Iya pak. Jalan ini sudah dibangun bahkan menghabiskan dana ratusan milyar. SM : Kami tidak menanyakan dana yang sudah dikeluarkan. Itu tanggung jawab negara mengelola dan mendistribusikan hasil pendapatan dari pajaknya. PP : Ini akibat curah hujan yang tinggi tiap tahunnya di sini. SM : Bapak menyalahkan alam yang telah memberikan hujan. Hujan dan air ini berkah. Tanpa air orang akan mati. PP : Air dari gunung itu memang mengarahnya semua ke sini. SM : Yang ada dalam pikiran bapak apa yang harus dikerjakan mengatasi banjir ini. PP : Ini harus diusulkan ke pusat dulu untuk buat jalan baru yang mungkin perkiraan bisa sampai 200 milyar. SM : Untuk mengatasi banjir di jalan raya saat ini bagaimana?. PP : Terpaksa kita nunggu surut, baru kita bisa atasi masalah banjir ini. SM : Apakah benar ucapan bapak itu?. Kami harus sabar nunggu air ini surut?. PP : Benar bapak-bapak sekalian yang terhormat. Saya mohon pamit dulu. SM dan kawan-kawan masyarakat terdampak : Cuma segitu saja isi otak-otaknya. Nyalahkan alam, harus ada dana besar, tidak ada action smart untuk menanggulangi dan melakukan pencegahan.

Leong Putu

Beruntunglah Sidoarjo. Bersih Hatinya. Jujur pemimpinnya. Tak perlu koneksi jalur kekeluargaaan. Jalan jembar anti macet tak bargelombang nir lubang, kelak ditahun 2050. Semoga.

Bagikan
Artikel Terkait
Zohran Mamdani ke Bronx, menandatangani kebijakan di jalanan Sedgwick Avenue didampingi Tascha Van Auken.-crainsnewyork-
Catatan Dahlan Iskan

Gagal Sukses  

Bahkan di Bronx dikembangkan prinsip baru oleh orang seperti Tascha: rumah adalah...

Catatan Dahlan Iskan

Jane Moses

Apa pun, kenyataannya, ideologi tata kota gaya Moses banyak pengikutnya: pun di...

Cuplikan tangkapan layar berita-berita kemacetan parah di ruas Medan-Berastagi.-Analisa Daily - Google Image-
Catatan Dahlan Iskan

Jalur Kekeluargaan

Sayangnya, saya lihat, Wapres Gibran Rakabuming Raka tidak mendapat tindasan surat gubernur...

Zohran Mamdani saat membacakan sumpah di pelantikan yang dilakukan di bekas stasiun kereta bawah tanah New York.--
Catatan Dahlan Iskan

Hitung Mundur

Quran itu sendiri didapat Arturo dari Suriah. Itu diketahui dari cara penulisannya...