Catatan Dahlan Iskan

Tiga Serangkai

Bagikan
Tiga Serangkai Jumaane Williams (kiri) Zohran Mamdani dan Mark D. Levine.--
Bagikan

Pejabat ketiga yang juga dilantik bersamaan dengan Zohran adalah: Mark D. Levine. Ia Yahudi. Dilantik dengan kitab suci Yahudi. Jabatan Mark adalah:comptroller.

Jabatan ini sangat penting: pengontrol penggunaan anggaran pemkot secara total.

Zohran, Jumaane, dan Mark sama-sama dipilih langsung oleh rakyat. Bisa saling kontrol. Tidak bisa saling pecat. Tujuannya: agar wali kota dikontrol ketat dalam menggunakan kekuasaannya. Terutama kekuasaan di bidang keuangan.

Kalau di Indonesia pejabat comptroller itu seperti menteri keuangan merangkap Irjen, BPK, BPKP, dan KPK sekaligus. Sangat berkuasa. Lebih berkuasa dari sekadar menteri keuangan.

Comptroller bisa menghentikan proyek yang menggunakan dananya tidak baik. Semua dana proyek baru bisa cair kalau comptroller sudah setuju. Kontrak proyek, baru sah kalau comptroller sudah menyetujuinya.

Termasuk dalam penggunaan dana pensiun kota New York: comptroller sangat ketat menjaganya. Tidak bisa terjadi kasus seperti di Asabri atau Taspen dan Jiwasraya.

New York punya dana pensiun termasuk terbesar di dunia: USD250 miliar. Itu dana pensiun guru, polisi, pemadam kebakaran dan pegawai Pemkot. Hampir Rp 4.000.000.000.000.000.-

Nama jabatan penting itu saya anggap lucu: comptroller. Bukan “controller”. Tapi maksudnya sama.

Bagaimana asal usulnya ”controller” bisa menjadi ”comptroller?’

Anda tidak bisa pura-pura belum tahu: itu awalnya salah ketik. Orang Inggris mengira awalnya dari bahasa Prancis ‘compt roller’. Menyisiri gulungan kertas catatan keuangan, untuk diperiksa ulang.

Maka seluruh kata di peraturan perundangan, termasuk di Amerika, tertulis comptroller. Kalau Anda menulis controller itu justru membuat dokumen tidak sah secara hukum.

Maka comptroller adalah bahasa pemerintah yang kalau di swasta disebut controller.

Zohran akan dikontrol ketat oleh dua pejabat itu. Jameene mengontrol Zohran dalam hal kualitas layanan publik. Mark mengomptrol Zohran di bidang keuangan dan ketepatan penggunaan uang.

Dengan sistem seperti itu tanpa iman dan fikih pun sudah bisa menjadi sangat agamis.(Dahlan Iskan)

Bagikan
Written by
Lina Setiawati

Bergabung dengan FIN CORP di 2024, Lina Setiawati membawa pengalaman jurnalistik lebih dari dua dekade sejak tahun 2000. Spesialisasinya mencakup analisis berita olahraga, dinamika politik, hukum, kriminal, serta peristiwa nasional terkini.

Artikel Terkait
Catatan Dahlan Iskan

Impor BBM

Selama ini Riza “Singapura” Chalid selalu memenangkan tender BBM karena hanya ia...

Catatan Dahlan Iskan

Pertunjukan Darurat

  Akibatnya, Kanada sakit –kehilangan pasar terbesarnya– tapi sudah bertekad untuk mandiri...

Catatan Dahlan Iskan

IKN Mesir

Saya keliling ke ibu kota baru itu. Sayang: lagi ada badai gurun....

Catatan Dahlan Iskan

Tiga Huruf

  Tahun pertama di Kairo, Fauzi mencapai target: hafal 15 juz Quran....