“Mitigasi tidak boleh bersifat reaktif. Sistem SPB harus terintegrasi langsung dengan data cuaca BMKG secara real time agar izin bisa dibatalkan otomatis saat ada risiko cuaca,” tegasnya.
Saadiah juga mengingatkan pihak Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) untuk lebih proaktif melakukan pengawasan di lapangan, bukan sekadar menjadi pemberi izin di balik meja. Ia menekankan pentingnya peningkatan kompetensi kru kapal melalui pelatihan manajemen krisis yang wajib dilakukan secara berkala.
“Keselamatan adalah prioritas utama. Satu kecelakaan saja bisa menghancurkan kepercayaan publik dan reputasi pariwisata nasional dalam jangka panjang,” pungkasnya.