finnews.id – Bau keringat manusia bukan semata akibat kebersihan atau genetika, melainkan juga dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi.
Para ahli menunjukkan bahwa beberapa jenis makanan dapat membuat aroma keringat menjadi lebih menyenangkan dan menarik bagi orang lain.
Fenomena ini didukung oleh penelitian modern yang menilai interaksi antara senyawa dalam makanan, metabolisme tubuh, dan bakteri kulit.
Buah dan Sayur Segar Membuat Aroma Lebih Manis
Konsumsi buah dan sayur seperti apel, pir, stroberi, wortel, dan seledri terbukti dapat memberikan aroma keringat yang lebih manis dan segar.
Studi dari Chemical Senses (2011) menemukan bahwa wanita yang rutin mengonsumsi buah dan sayur memiliki bau tubuh yang lebih disukai pria dibandingkan yang jarang mengonsumsinya.
Pigmen beta-karoten dalam wortel dan paprika dilepaskan melalui keringat, memberikan aroma alami yang lembut dan manis.
Rempah-Rempah Aromatik Memberikan Sentuhan Hangat
Rempah-rempah seperti kayu manis, jahe, dan cengkeh mengandung senyawa aromatik yang memengaruhi bau keringat menjadi lebih hangat dan menarik.
Penelitian di Flavour and Fragrance Journal (2015) menunjukkan bahwa orang yang rutin mengonsumsi rempah tertentu memiliki aroma tubuh yang lebih disukai lawan jenis, kemungkinan karena senyawa volatile rempah ikut keluar melalui kulit saat berkeringat.
Teh dan Minuman Herbal Membuat Bau Lebih Lembut
Teh hijau, chamomile, dan peppermint tidak hanya menenangkan tubuh, tetapi juga membantu menjaga aroma keringat tetap segar.
Katekin dalam teh hijau berperan sebagai antioksidan yang menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau.
Journal of Food Science (2013) menegaskan bahwa konsumsi teh hijau secara rutin dapat mengurangi bau tidak sedap akibat keringat berlebih, sehingga aroma tubuh lebih bersih dan menyenangkan.
Makanan Laut Kaya Omega-3 Meningkatkan Aroma Segar
Ikan seperti salmon, tuna, dan mackerel kaya akan asam lemak omega-3 yang tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan jantung, tetapi juga dapat membuat aroma keringat lebih segar.
Asam lemak ini memengaruhi profil lipid kulit, menekan senyawa penyebab bau tidak sedap, dan membuat bau tubuh lebih disukai.