finnews.id – Penyelidikan pidana resmi telah dibuka oleh otoritas Swiss terhadap pengelola sebuah bar di kawasan resor ski Crans-Montana setelah kebakaran besar menewaskan puluhan orang dan melukai lebih dari seratus korban lainnya. Langkah hukum tersebut diumumkan oleh kejaksaan kanton Valais sebagai respons atas salah satu insiden kebakaran paling mematikan di Swiss dalam beberapa dekade terakhir.
Menurut pernyataan jaksa setempat, para pengelola bar yang menjadi lokasi kebakaran ditempatkan di bawah investigasi atas dugaan pembunuhan karena kelalaian, penganiayaan karena kelalaian, serta tindakan pembakaran akibat kelalaian. Penyelidikan ini dilakukan untuk menilai apakah kewajiban keselamatan publik telah diabaikan sebelum dan saat kejadian berlangsung. Informasi tersebut dilaporkan secara luas oleh BBC News dan dikonfirmasi oleh Reuters melalui sumber kejaksaan Swiss.
Dugaan Awal Penyebab Kebakaran
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kebakaran diyakini dipicu oleh penggunaan kembang api kecil atau sparklers yang dipasang pada botol minuman. Percikan api diduga berada terlalu dekat dengan langit-langit bar, sehingga api dengan cepat menyambar material interior di bagian atas ruangan. Associated Press melaporkan bahwa fokus utama penyelidikan diarahkan pada bahan bangunan, khususnya busa akustik yang digunakan di dalam bar.
Jaksa utama di Valais, Beatrice Pilloud, menyatakan bahwa penyelidikan masih bersifat awal, namun pertanyaan penting telah diajukan terkait kepatuhan bangunan terhadap peraturan keselamatan kebakaran. Apakah material akustik tersebut memenuhi standar tahan api atau justru mempercepat penyebaran api menjadi salah satu aspek yang sedang diperiksa secara mendalam.
Peran Material Bangunan dalam Penyebaran Api
Dalam ilmu keselamatan kebakaran modern, material interior bangunan diketahui memiliki peran krusial dalam menentukan kecepatan dan skala penyebaran api. Busa akustik tertentu, terutama yang berbahan sintetis, telah terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan risiko kebakaran apabila tidak diproduksi dengan standar tahan panas yang memadai.
Studi keselamatan bangunan internasional menunjukkan bahwa material semacam ini dapat memicu fenomena flashover, yaitu kondisi ketika seluruh ruangan terbakar hampir secara bersamaan dalam waktu sangat singkat. Reuters mengutip para ahli keselamatan yang menjelaskan bahwa pelepasan gas beracun dari material mudah terbakar juga dapat memperparah dampak kebakaran dan meningkatkan jumlah korban jiwa.
Temuan ini menjadikan pemeriksaan teknis bangunan sebagai elemen penting dalam proses hukum yang sedang berjalan. Hasil investigasi diharapkan mampu menjelaskan apakah desain interior bar berkontribusi secara signifikan terhadap besarnya korban.