Home Lifestyle Cara Doa Minta Kesembuhan untuk Penyakit yang Tidak Bisa Disembuhkan secara Medis
Lifestyle

Cara Doa Minta Kesembuhan untuk Penyakit yang Tidak Bisa Disembuhkan secara Medis

Bagikan
Berdoa, Image: Yourillustration / Pixabay
Bagikan

Doa Rasulullah dan Harapan yang Tetap Dijaga

Selain kepasrahan, Islam juga mengajarkan pentingnya menjaga harapan. Rasulullah mengajarkan doa berikut untuk orang yang sedang sakit:

“Allahumma rabbannaas adzhibil ba’sa isyfi anta sy syaafii laa syifaa’a illaa syifaa’uka syifaa’an laa yughaadiru saqamaa.”
Artinya: “Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah penyakit ini, sembuhkanlah, Engkaulah Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan kecuali dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan sakit.”

Doa ini menunjukkan bahwa harapan tetap boleh dipanjatkan, meskipun secara medis peluang kesembuhan sangat kecil. Dalam pendekatan paliatif modern, harapan dipandang sebagai faktor penting yang membantu pasien bertahan secara mental dan emosional.

Dzikir sebagai Penopang Ketenangan Batin

Dzikir pendek yang sering dianjurkan saat sakit berbunyi:

“Hasbiyallaahu laa ilaaha illaa Huwa.”
Artinya: “Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia.”

Dzikir ini membantu menenangkan pikiran ketika rasa sakit atau kecemasan datang. Ketenangan batin terbukti berpengaruh besar terhadap kualitas hidup pasien penyakit kronis, terutama dalam menghadapi rasa tidak pasti.

Doa Nabi Yunus dan Jalan Keluar Terbaik

Doa Nabi Yunus yang sering dibaca dalam kesempitan adalah:

“Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh zhaalimiin.”

Doa ini kerap dipahami sebagai pembuka jalan keluar. Jalan keluar tersebut tidak selalu berupa kesembuhan fisik, tetapi bisa berupa ketenangan menerima keadaan, kekuatan menghadapi hari demi hari, atau kemudahan menjalani hidup dengan lebih bermakna.

Cara Mengamalkan Doa secara Seimbang

Cara doa minta kesembuhan untuk penyakit yang tidak bisa disembuhkan secara medis perlu dilakukan dengan tenang dan tidak tergesa-gesa. Doa tidak menggantikan pengobatan, tetapi berjalan seiring dengan ikhtiar medis. Mengikuti saran dokter, menjalani terapi, dan minum obat tetap menjadi bagian dari tanggung jawab manusia.

Doa menjaga hati agar tidak runtuh, sementara ikhtiar menjaga tubuh agar tetap bertahan.

Bagikan
Artikel Terkait
Tren Iftar Hiking Ramadan 2026
Lifestyle

Bukan di Mal, Warga Arab Kini Tren Buka Puasa di Puncak Gunung: Pesona Iftar Hiking Ramadan 2026

Cek Jam Operasional: Banyak restoran dan toko yang baru buka saat menjelang...

Lifestyle

5 Tahap untuk Membuat Wanita Takluk Secepat Kilat

5. Jadilah Orang yang Baik dan Mandiri Seseorang akan lebih tertarik pada...

Lifestyle

Tips dan Manfaat Puasa: Spiritual, Fisik, dan Psikologis untuk Kesehatan Tubuh dan Jiwa

Catatan Penting Meskipun memiliki banyak manfaat, puasa tidak cocok untuk semua orang....

Lifestyle

Bingung War Takjil di mana? Nih, Rekomendasi Spot Berburu Takjil di Jakarta Barat

finnews.id – 4 Rekomendasi Tempat Berburu Takjil di Jakarta Barat, Cocok untuk...