finnews.id – Ketua Umum Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji ungkap kedatangan pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia, John Herdman ke tanah air pada pekan depan.
Kepastian itu disampaikan Sumardji setelah Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) secara resmi mengumumkan penunjukan mantan pelatih Timnas Kanada itu kepada publik pada Sabtu, 3 Januari 2025.
“Tanggal 12. Oh, tanggal 11 datang,” ucap Sumardji kepada awal media pada Sabtu, 3 Januari 2026.
Setibanya di Indonesia, Jhon Herdman akan langsung disodori kontrak berdurasi dua tahun dengan opsi perpanjangan dua tahun.
Selain itu, PSSI pun menyiapkan target besar bagi pelatih berusia 49 tahun tersebut, termasuk membawa Timnas Indonesia berprestasi di Piala Asia 2027 serta mampu bersaing di Kualifikasi Piala Dunia 2030.
Meski demikian, Sumardji enggan membeberkan secara rinci target jangka pendek yang diberikan federasi. Menurutnya, Herdman belum memulai pekerjaannya secara resmi bersama skuad Garuda.
“Jangan bicara target dulu. Kerja belum, sudah target, ini gimana. Yang pasti target kita di 2030 itu kan lolos Piala Dunia,” tegas Sumardji.
Punya Rekam Jejak Mentereng
Penunjukan Jhon Herdman bukan tanpa alasan. Pelatih asal Inggris itu dikenal memiliki rekam jejak mentereng dan reputasi internasional, termasuk catatan sejarah unik dengan membawa tim nasional putra dan putri dari satu negara lolos ke Piala Dunia FIFA.
Di sektor sepak bola putri, Herdman sukses mengantarkan Timnas Putri Kanada tampil di Piala Dunia 2007 dan 2011.
Ia juga mempersembahkan dua medali perunggu Olimpiade secara beruntun pada Olimpiade London 2012 dan Rio de Janeiro 2016.
Sementara di level putra, Herdman kembali mencetak sejarah dengan membawa Timnas Kanada lolos ke Piala Dunia Qatar 2022, mengakhiri penantian panjang selama 36 tahun. Di bawah kepemimpinannya, peringkat FIFA Kanada melonjak drastis dari peringkat 77 dunia ke posisi 33.
Dengan modal pengalaman tersebut, ekspektasi tinggi kini mengiringi langkah Herdman bersama Timnas Indonesia. Tantangan besar sudah menanti pada tahun 2026, seiring agenda internasional yang padat dan krusial.