Finnews.id – Memasuki hari kedua di tahun 2026, antusiasme masyarakat untuk berlibur di berbagai destinasi wisata pavorit masih sangat tinggi. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau para wisatawan untuk tetap waspada terhadap paparan sinar matahari.
Berdasarkan data terbaru per 2 Januari 2026, sejumlah wilayah di Indonesia masuk dalam kategori Indeks Ultraviolet (UV) dengan tingkat bahaya “Sangat Tinggi” hingga “Ekstrem”.
Peringatan ini menyasar para pelancong yang tengah menghabiskan waktu di area terbuka, terutama di wilayah Sumatera, Jawa, hingga Bali yang menjadi pusat keramaian libur Nataru.
Sebaran Bahaya Indeks UV di Berbagai Wilayah
Data visual dari Deputi Klimatologi BMKG menunjukkan bahwa paparan sinar matahari mencapai puncaknya pada tengah hari, antara pukul 10.00 hingga 14.00 WIB/WITA. Berikut adalah rincian tingkat bahayanya:
Wilayah Sumatera: Kota-kota seperti Medan, Padang, dan Palembang menunjukkan indikator warna merah hingga ungu, yang berarti berada pada kategori Bahaya Sangat Tinggi hingga Ekstrem.
Wilayah Jawa: Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya terpantau akan mengalami lonjakan indeks UV kategori ekstrem pada pukul 11.00 hingga 13.00 WIB.
Wilayah Bali: Seluruh area mulai dari Gilimanuk, Kuta Selatan, hingga Nusa Penida didominasi oleh warna ungu (Bahaya Sangat Ekstrem) mulai pukul 11.00 WITA.
Tips Aman Beraktivitas di Luar Ruangan
Menanggapi kondisi cuaca dan iklim tersebut, BMKG menyarankan masyarakat untuk membawa ‘starter pack’ perlindungan diri guna menghindari dampak buruk bagi kesehatan kulit dan mata. Berikut adalah panduan protokol perlindungan sinar matahari yang disarankan:
Gunakan Tabir Surya: Oleskan cairan pelembap tabir surya atau sunscreen minimal SPF 30+ setiap dua jam sekali. Pastikan tetap mengaplikasikannya meski hari sedang berawan.
Kenakan Pakaian Pelindung: Gunakan pakaian tertutup yang nyaman, topi lebar, serta kacamata hitam yang mampu menghalangi sinar UV saat berada di luar ruangan.
Cari Tempat Teduh: Sebisa mungkin tetaplah berada di tempat yang teduh saat matahari sedang terik-teriknya, terutama pada jam puncak indeks UV ekstrem.