Finnews.id – Pesta perayaan Tahun Baru di resor ski mewah Crans-Montana, Swiss, berubah menjadi mimpi buruk . Sebuah kebakaran hebat melanda bar populer Le Constellation pada Kamis 1 Januari 2025 dini hari, yang mengakibatkan sedikitnya 40 orang tewas dan 115 lainnya mengalami luka serius.
Pemerintah Swiss merespons tragedi ini dengan menetapkan masa berkabung nasional selama lima hari. Otoritas setempat menggambarkan insiden ini sebagai salah satu bencana terburuk dalam sejarah modern negara tersebut.
Kronologi Kekacauan: Dari Botol Sampanye ke Kobaran Api
Saksi mata di lokasi kejadian menggambarkan situasi “total chaos” saat api mulai merambat ke seluruh bangunan. Axel Clavier (16), seorang penyintas asal Paris, menceritakan bagaimana ia harus memecahkan jendela kaca untuk menyelamatkan diri di tengah kepulan asap yang mencekik.
Laporan awal dari penyintas lainnya menyebutkan bahwa api diduga bermula dari percikan kembang api (sparklers) pada botol sampanye yang dibawa oleh pramusaji. Api kemudian menyambar dekorasi dan langit-langit kayu bangunan, menyebabkan struktur tersebut runtuh dalam waktu singkat.
“Kerumunan orang saling berdesakan mencoba keluar dari lantai bawah melalui tangga dan pintu yang sempit,” ujar seorang saksi mata kepada media lokal.
Proses Identifikasi dan Korban Warga Asing
Komandan Polisi Canton Valais, Frédéric Gisler, mengonfirmasi bahwa tim identifikasi masih bekerja keras untuk mengenali para korban. Mengingat Crans-Montana adalah destinasi wisata internasional, banyak korban merupakan warga negara asing.
Duta Besar Italia untuk Swiss, Gian Lorenzo Cornado, melaporkan bahwa 13 warga negaranya termasuk dalam daftar korban luka, sementara enam orang lainnya masih dinyatakan hilang. Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, dijadwalkan terbang ke lokasi kejadian untuk memantau situasi warga negaranya secara langsung.
Penyelidikan Resmi Dibuka
Jaksa Agung Canton Valais, Beatrice Pilloud, menyatakan telah membuka penyelidikan resmi untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran. Meskipun penyelidik belum bisa masuk ke area reruntuhan karena alasan keamanan, Pilloud menegaskan bahwa sejauh ini tidak ada indikasi serangan teror.