Finnews.id – Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong Un, tiba-tiba mengirimkan surat pujian kepada Rusia. Surat ini dirilis oleh media pemerintah KCNA pada Kamis, 1 Januari 2026. Surat itu ditujukan kepada pasukannya yang bertempur di luar negeri.
Tindakan ini semakin memperjelas keterlibatan Pyongyang dalam invasi Rusia ke Ukraina yang telah berlangsung selama empat tahun.
Kim Jong Un memuji pasukannya sebagai pembentuk “aliansi tak terkalahkan” dengan Rusia.
Data intelijen dari Korea Selatan (Korsel) dan Barat menunjukkan Korut telah mengirimkan ribuan tentara untuk membantu pasukan Vladimir Putin di medan perang.
Keterlibatan militer Korut di Ukraina tampaknya bukan tanpa imbalan. Analisis intelijen menunjukkan Pyongyang menerima bantuan finansial besar, teknologi militer tingkat tinggi, serta pasokan pangan dan energi dari Moskow sebagai kompensasi atas pengiriman pasukan.
Pengorbanan Nyawa yang Mahal
“Di balik kalian ada Pyongyang dan Moskow,” tegas Kim Jong Un dalam pesannya kepada para tentara.
Ia menyebut tindakan mereka sebagai pembelaan heroik terhadap kehormatan bangsa dan menginstruksikan mereka untuk terus berjuang demi “saudara rakyat Rusia”.
Namun, aliansi ini harus dibayar mahal dengan nyawa manusia. Estimasi dari Korsel menyebutkan setidaknya 600 tentara Korea Utara tewas dan ribuan lainnya mengalami luka-luka di medan perang Eropa yang brutal tersebut.
Dalam pidatonya yang digelar mewah di Stadion May Day Pyongyang, Kim Jong Un juga memberikan sinyal aksi militer di luar negeri akan terus berlanjut pada tahun ini.