Catatan Dahlan Iskan

Hitung Mundur

Bagikan
Zohran Mamdani saat membacakan sumpah di pelantikan yang dilakukan di bekas stasiun kereta bawah tanah New York.--
Zohran Mamdani saat membacakan sumpah di pelantikan yang dilakukan di bekas stasiun kereta bawah tanah New York.--
Bagikan

Quran itu sendiri didapat Arturo dari Suriah. Itu diketahui dari cara penulisannya yang khas Suriah. Berarti Quran itu juga Quran yang berasal dari masjid umum. Bukan Quran khusus sebagai koleksi kerajaan.

Pilihan lokasi pelantikan maupun Qurannya tentu sudah dipertimbangkan secara taktis. Zohran punya program mewah di bidang transportasi: menggratiskan bus kota dan kereta bawah tanah untuk golongan bawah.

Pun dibatalkannya penggunaan Quran warisan kakek-neneknya, diganti Quran dari perpustakaan umum: Zohran lebih mementingkan kepentingan umum dari kepentingan keluarga.

Lalu pilihan siapa yang diundang: tidak semua tokoh Demokrat boleh hadir. Hanya yang beraliran kiri –untuk meneguhkan ideologi sosialisnya. Yang oleh Presiden Trump disebut Zohran itu komunis.

Bukan main. Pemuda usia 34 tahun sudah bisa jadi wali kota di kota terbesar di dunia –termasuk kekuatan ekonominya. Untung kita tidak kalah: punya juga pemuda berumur segitu yang bahkan jadi wakil presiden. (Dahlan Iskan)

 

Bagikan
Artikel Terkait
Tahun Pertaruhan
Catatan Dahlan Iskan

Tahun Pertaruhan

Oleh: Dahlan Iskan Hari ini kita memasuki tahun pertaruhan. Tinggal tahun ini...

Catatan Dahlan Iskan

Silalahi Ande-ande

Tentu suka-suka bupati Samosir untuk menyambutnya atau tidak. Tidak banyak keuntungan didapat...

Catatan Dahlan Iskan

Gembala Sudung

Setengah jam sebelum sampai ke patung ini pun Anda sudah mendapatkan pemandangan...

Catatan Dahlan Iskan

Dosa Pertama

Itulah adegan dosa pertama yang dibuat manusia. Yang lantas dipercaya menjadi dosa...