finnews.id – Penjualan mobil listrik global mengalami perubahan signifikan ketika perusahaan China, BYD, mulai menyalip Tesla sebagai penjual kendaraan listrik terbesar di dunia. Fenomena ini menandai pertama kalinya produsen asal Asia tersebut mengungguli perusahaan Amerika dalam jumlah penjualan tahunan, sebuah pencapaian yang menunjukkan pergeseran dinamika pasar otomotif global.
BYD melaporkan bahwa penjualan mobil bertenaga baterai mereka meningkat hampir 28 persen pada tahun lalu, mencapai lebih dari 2,25 juta unit. Pertumbuhan ini menegaskan posisi BYD sebagai pemain utama dalam industri kendaraan listrik yang berkembang pesat.
Pertumbuhan Pesat BYD di Pasar Global
Kenaikan penjualan BYD tidak hanya terbatas pada pasar domestik China, tetapi juga merambah ke berbagai negara di Amerika Latin, Asia Tenggara, dan Eropa. Bahkan, Inggris menjadi pasar terbesar BYD di luar China setelah penjualan mobil mereka di sana meningkat hingga 880 persen pada periode yang sama, didorong oleh tingginya permintaan untuk versi plug-in hybrid dari SUV Seal U.
Strategi BYD dalam menawarkan harga yang kompetitif menjadi faktor utama yang memungkinkan perusahaan ini memperluas jangkauan global, meskipun banyak negara menerapkan tarif tinggi untuk mobil listrik asal China.
Selain itu, pertumbuhan BYD terjadi di tengah persaingan ketat dengan produsen lain seperti Geely dan MG, yang juga menekan Tesla dengan strategi harga yang lebih terjangkau. Fenomena ini menunjukkan bagaimana perusahaan-perusahaan China berhasil memanfaatkan harga kompetitif dan inovasi produk untuk menantang dominasi merek-merek lama di industri kendaraan listrik.
Tantangan Tesla dan Faktor Persaingan
Tesla, yang selama ini dikenal sebagai pelopor kendaraan listrik global, menghadapi berbagai tantangan yang mempengaruhi penjualannya. Perusahaan Amerika ini diperkirakan hanya menjual sekitar 1,65 juta unit pada tahun lalu, lebih rendah dibandingkan BYD. Beberapa faktor yang mempengaruhi penurunan ini termasuk penerimaan pasar yang beragam terhadap model-model baru, kontroversi terkait kegiatan politik Elon Musk, serta tekanan dari kompetitor asal China.
Selain itu, fokus Musk yang terbagi antara Tesla dan berbagai proyek lain seperti pengembangan robot humanoid Optimus, layanan Robotaxi, platform media sosial X, SpaceX, dan Boring Company juga membuat sebagian investor meragukan perhatian penuh yang diberikan pada penjualan Tesla. Meskipun Musk telah berjanji untuk mengurangi keterlibatannya dalam pemerintahan AS, tantangan dalam mempertahankan pertumbuhan penjualan dan nilai pasar Tesla tetap signifikan.