Keluarga Korban Ikut ke Lokasi Tenggelam
Duka mendalam menyelimuti keluarga korban yang datang langsung dari Spanyol. Pada Kamis (1/1/2026), mereka turut bergabung bersama Tim SAR untuk melihat langsung titik tenggelamnya kapal, menggunakan speedboat milik Polri.
Di lokasi kejadian, keluarga menyaksikan langsung kondisi perairan yang dinilai tidak menentu, dengan arus kuat dan gelombang yang berubah-ubah.
“Di Selat Pulau Padar ini terdapat anomali cuaca. Tiba-tiba gelombang muncul di perairan yang sebelumnya terlihat tenang,” ungkap Ketua DPC Gabungan Pengusaha Wisata Bahari dan Tirta Indonesia (Gahawisri) Labuan Bajo, Budi Widjaja, yang mendampingi keluarga korban.
Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, menyebutkan bahwa berdasarkan prakiraan cuaca kemaritiman BMKG, tinggi gelombang di perairan Taman Nasional Komodo saat itu sekitar 0,5 meter atau kategori rendah.
Namun di sejumlah titik Selat Pulau Padar, gelombang terpantau lebih tinggi dari prakiraan, yang diduga menjadi salah satu faktor menyulitkan pencarian.
Hingga pencarian dihentikan sementara pada sore hari dan rombongan kembali ke Labuan Bajo, tiga korban masih belum ditemukan. Mereka adalah Fernando Martin Carreras dan dua anak laki-lakinya.
Keluarga korban yang terlibat dalam pencarian terdiri dari kakak dan paman istri korban, serta Wakil Duta Besar Spanyol. Sementara istri Fernando tidak ikut dalam pencarian karena mengantar jenazah putri mereka yang telah lebih dulu ditemukan ke Bali.
Meski waktu terus berjalan, harapan keluarga dan tim SAR belum padam. Operasi pencarian lanjutan menjadi penentu terakhir dalam upaya menemukan sang pelatih Valencia dan dua buah hatinya di perairan Labuan Bajo.