finnews.id – Perjalanan lintas negara di Eropa mengalami kekacauan besar setelah terowongan bawah laut, Channel Tunnel, yang menghubungkan Inggris dan Prancis mengalami gangguan listrik serius. Insiden ini terjadi di tengah periode liburan akhir tahun, saat volume perjalanan berada di titik tertinggi, sehingga dampaknya langsung terasa luas dan cepat.
Gangguan tersebut membuat layanan kereta utama antara Inggris dan daratan Eropa terhenti selama berjam-jam. Ribuan penumpang terjebak di stasiun, kendaraan mengantre panjang di terminal, dan banyak rencana perjalanan menuju perayaan Tahun Baru terpaksa dibatalkan.
Gangguan Listrik Lumpuhkan Jalur Vital Inggris–Eropa
Masalah bermula dari kerusakan pada sistem pasokan listrik kabel aliran atas di dalam terowongan bawah laut. Kerusakan ini memengaruhi jalur kereta yang berada di bawah Selat Inggris, sehingga operator terpaksa menghentikan layanan demi alasan keselamatan.
Karena terowongan ini merupakan satu-satunya jalur kereta langsung yang menghubungkan Inggris dengan Prancis, gangguan sekecil apa pun langsung berdampak besar. Ketika satu jalur tidak bisa digunakan, seluruh sistem harus berjalan sangat terbatas atau bahkan berhenti total.
Eurostar dan Layanan Kendaraan Terhenti
Akibat gangguan tersebut, kereta cepat penumpang lintas negara terpaksa dibatalkan atau diputar balik. Selain itu, layanan kereta yang mengangkut mobil, bus, dan truk juga ikut terdampak, menyebabkan antrean kendaraan mengular di kedua sisi terowongan.
Beberapa penumpang melaporkan harus menunggu berjam-jam di dalam kereta atau di terminal tanpa kepastian waktu keberangkatan. Situasi ini semakin berat karena banyak perjalanan dilakukan bersama keluarga, anak-anak, hingga hewan peliharaan.
Stasiun Padat dan Penumpang Terjebak Berjam-jam
Di London, St Pancras International dipenuhi penumpang dengan koper dan tas besar, sementara papan informasi menunjukkan pembatalan berturut-turut. Antrean panjang terbentuk di area pemeriksaan, ruang tunggu, hingga luar stasiun.
Di sisi Prancis, kondisi serupa terjadi di sekitar terminal keberangkatan. Banyak pelancong yang akhirnya mencari alternatif lain seperti feri atau penerbangan, namun pilihan tersebut terbatas dan harganya melonjak tajam karena tingginya permintaan mendadak.
Layanan Mulai Berjalan, Tapi Belum Normal
Setelah beberapa jam, operator mulai membuka kembali terowongan secara bertahap, namun hanya menggunakan satu jalur. Kondisi ini membuat kapasitas perjalanan sangat terbatas dan penundaan masih terus terjadi.
Pihak operator mengimbau penumpang untuk menunda perjalanan jika memungkinkan, karena risiko keterlambatan lanjutan dan pembatalan mendadak masih tinggi. Normalisasi layanan diperkirakan memerlukan waktu hingga sistem listrik sepenuhnya stabil.
Ketergantungan pada Infrastruktur Tunggal Jadi Sorotan
Insiden ini kembali menyoroti tingginya ketergantungan Inggris dan Eropa pada satu jalur transportasi vital. Terowongan bawah laut tersebut menjadi nadi utama perjalanan darat lintas Selat Inggris, terutama saat musim liburan.
Ketika jalur ini bermasalah, efeknya langsung menjalar ke sektor transportasi lain, mulai dari kereta, jalan raya, hingga penerbangan. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa gangguan teknis pada infrastruktur utama dapat berdampak luas pada mobilitas jutaan orang.
Referensi
-
Eurostar flags severe delays and cancellations due to power supply issues, Reuters
-
Eurostar trains cancelled after power failure in Channel Tunnel, The Guardian
-
Eurostar urges passengers to postpone journeys amid major disruption, Sky News
-
Eurostar suspends services after tunnel power outage, The Independent