Keutamaan Doa Akhir Tahun
Syekh Abdul Hamid menjelaskan, jika doa ini dibaca dengan penuh keikhlasan, maka setan akan mengakui kegagalannya:
يُقْرَأُ ثَلَاثًا، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَقُولُ: تَعِبْنَا مَعَهُ طُولَ السَّنَةِ، وَأَفْسَدَ فِعْلَنَا فِي سَاعَةٍ وَاحِدَةٍ
Yuqra’u tsalātsan, fa innasy-syaithāna yaqūlu: ta‘ibnā ma‘ahu ṭūlas-sanah, wa afsada fi‘lanā fī sā‘atin wāḥidah.
Artinya: “Jika doa ini dibaca sebanyak tiga kali, maka sesungguhnya setan akan berkata: Kami telah bersusah payah bersamanya sepanjang tahun, namun dia merusak semua usaha kami hanya dalam sesaat saja!” (Kanzun Najah wa As-Surur [Beirut: Dar Al-Hawi], h 298-299)
Doa Awal Tahun: Memohon Perlindungan dan Keberkahan
Doa awal tahun dibaca sebanyak tiga kali setelah pukul 00.00 WIB, sebagai tanda memasuki tahun yang baru dengan penuh harap dan tawakal.
Doa ini berisi permohonan perlindungan dari godaan setan, kemampuan mengendalikan hawa nafsu, serta permintaan agar hidup diisi dengan amal yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Doa Awal Tahun
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةٌ تَمْلأُ خَزَائِنَ اللَّهِ نُوراً، وَتَكُونُ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِينَ فَرَجًا وَفَرَحًا وَسُرُورًا، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ تَسْلِيمًا كَثِيرًا. اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيمُ الْأَوَّلُ، وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيمِ وَكَرِيمِ جُودِكَ الْعَمِيمِ الْمُعَوَّلُ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الْأَمَّارَةِ بِالسُّوءِ، وَالْإِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِي إِلَيْكَ زُلْفَىٰ ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، وَصَلَّى اللَّهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm. Allāhumma ṣalli ‘alā sayyidinā Muḥammad ṣalātan tamla’u khazā’inallāhi nūran, wa takūna lanā wa lil-mu’minīna farajan wa faraḥan wa surūran, wa ‘alā ālihī wa ṣaḥbihī wa sallim taslīman katsīrā.
Allāhumma anta al-abadiyyul-qadīmul-awwal, wa ‘alā faḍlika al-‘aẓīmi wa karīmi jūdika al-‘amīmi al-mu‘awwal, wa hādzā ‘āmun jadīdun qad aqbala, as’aluka al-‘iṣmata fīhi minas-syaithāni wa awliyā’ihī, wal-‘awna ‘alā hādzihin-nafsil-ammārati bis-sū’, wal-isytighāla bimā yuqarribunī ilaika zulfā, yā dzal-jalāli wal-ikrām.
Wa ṣallallāhu ta‘ālā ‘alā sayyidinā Muḥammad wa ‘alā ālihī wa ṣaḥbihī wa sallam.
Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas junjungan kami, Nabi Muhammad, shalawat yang memenuhi khazanah-Mu dengan cahaya, dan menjadi bagi kami dan kaum mukminin jalan keluar, kebahagiaan, dan kesenangan. Dan (limpahkan pula) kepada keluarganya dan para sahabatnya, serta berilah salam sebanyak-banyaknya. Ya Allah, Engkaulah Yang Abadi, Yang Dahulu, Yang Pertama. Kepada anugerah-Mu yang agung dan karunia-Mu yang luas tempat kami menggantungkan harapan. Tahun baru ini telah datang, maka aku memohon kepada-Mu penjagaan padanya dari setan dan para pengikutnya, bantuan untuk mengendalikan jiwa yang selalu memerintahkan kepada keburukan, dan kesibukan dengan hal-hal yang mendekatkan aku kepada-Mu dalam kedekatan. Wahai Dzat Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan. Semoga shalawat Allah senantiasa tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarganya dan para sahabatnya, dan semoga keselamatan tercu