“Apa yang kita saksikan adalah kejahatan murni, tindakan antisemitisme, dan terorisme di lokasi ikonik Australia. Komunitas Yahudi sedang berduka, dan seluruh rakyat Australia berdiri bersama mereka,” kata Albanese, seperti dikutip Channel News Asia. Ia menegaskan pemerintah akan melakukan segala upaya untuk memberantas antisemitisme.
Albanese mengatakan sejumlah pemimpin dunia, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Prancis Emmanuel Macron, telah menyampaikan belasungkawa.
Jumlah korban tewas dalam tragedi ini menjadi yang tertinggi sejak penembakan massal di Port Arthur, Tasmania, pada 1996.
Insiden tersebut juga menjadi yang paling serius dalam rangkaian serangan antisemitisme di Australia sejak pecahnya perang Israel di Gaza pada Oktober 2023.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya menyatakan kepada Albanese bahwa dukungan Australia terhadap kenegaraan Palestina berpotensi memicu peningkatan antisemitisme.
Pada Agustus lalu, pemerintah Australia juga menuduh Iran berada di balik setidaknya dua serangan antisemitisme dan memberi waktu satu minggu kepada duta besar Iran untuk meninggalkan negara tersebut.