Sebelum ini, perannya dalam film berjudul “The Fox King” (2025), disutradarai Woo Ming Jin asal Malaysia.
Dalam film tersebut, Dian berperan sebagai guru bernama Lara yang hadir dalam kehidupan dua saudara kembar. Dian menekankan bahwa kerja sama lintas negara ini berjalan sangat mulus.
“Semua kolaborasi, semua kompetensi, semua terjadi dengan sangat lancar,” kata Dian.
Dian mengungkapkan bahwa kelancaran proses ini terjadi karena adanya pengakuan terhadap kompetensi aktor dan filmmaker Indonesia yang dinilai sudah setara dengan standar internasional.
“Mereka senang editor sini, sama musik sini, sama aktingnya kita. Dia pokoknya kepingin lagi gitu. Nagih mereka tuh,” kata Dian.
Makanya, kekuatan emosi film ini dilengkapi oleh musisi lokal.
Selain lagu “Jernih” dari Kunto Aji, lajur suara yang telah ditampilkan dalam trailer film itu pun termasuk lagu “Raih Tanahmu”, sebuah kolaborasi istimewa tentang kecintaan terhadap kelestarian lingkungan dari Hara (Rara Sekar) & Nosstress (duo musisi folk asal Bali).
Aktor yang berperan dalam film juga datang dari Indonesia, meskipun Bahasa Inggris digunakan sebagai bahasa pengantar teknis.
Selain Dian Sastrowardoyo, film turut dibintangi Ringgo Agus Rahman, Ali Fikry, Aisha Nurra Datau, dan Bima Sena.
Dian menyimpulkan, berarti yang kita perlu garis bawahi adalah bagaimana filmmaker-filmmaker Indonesia ini sudah mempunyai standar kinerja dan kompetensi yang sama baiknya dengan filmmaker yang ada di dunia manapun, di negara manapun.
Meskipun Mothernet digagas oleh penulis Indonesia (Gina S Noer, Diva Apresya, Melarissa Sjarief) dan jajaran produser film yang melibatkan nama-nama Indonesia seperti Shanty Harmayn, Aoura Lovenson Chandra, dan Dian Sastrowardoyo, cerita tentang keluarga Indonesia sanggup menarik dukungan produksi dari berbagai negara.
“Bahkan kita jadi punya co-producer-co-producer dari negara-negara lain. Kita dapat co-producer dari Singapura, ada dari Taiwan,” kata Dian Sastro.