finnews.id – Setiap orang tentu mendambakan wajah yang berseri, menenangkan, dan memancarkan kebaikan. Dalam Islam, kecantikan sejati tidak hanya terpancar dari tampilan fisik, tetapi juga dari kebersihan hati dan akhlak yang baik.

Nabi Yusuf AS adalah sosok yang dikenal memiliki paras yang sangat rupawan sekaligus budi pekerti yang mulia. Tak heran, banyak umat muslim meneladani beliau dengan mengamalkan doa-doa yang diyakini dapat menambah keteduhan wajah sekaligus menjaga diri dari fitnah dan keburukan.

Berikut lima amalan doa Nabi Yusuf yang bisa diamalkan setiap hari agar wajah terlihat lebih bercahaya, hati lebih tenang, dan diri terjaga dari godaan dunia:

1. Doa Pembuka Aura Nabi Yusuf

Doa ini dipercaya dapat menenangkan wajah sehingga memancarkan keteduhan:

اللَّهُمَّ جَعَلْنِي نُوْرُ يُوْسُفَ عَلَى وَجْهِي فَمَنْ رَآنِي يُحِبُّنِي مَحَبَّةً

Allahumma ‘alnii nuura Yuusufa ‘ala wajhii, fa man ra-a nii yuhibbunii mahabbatan.

Artinya:

“Ya Allah, jadikanlah cahaya Nabi Yusuf pada wajahku, sehingga siapa pun yang melihatku akan merasa kagum dan menaruh kasih sayang kepadaku.”

Rasulullah SAW juga bersabda, “Aku melewati Yusuf, dan ia diberi separuh dari seluruh ketampanan.” Amalkan doa ini setelah shalat atau saat berdzikir dengan niat yang baik, bukan untuk kesombongan.

2. Doa Nabi Yusuf Saat Bercermin

Doa ini mengingatkan bahwa kecantikan lahiriah harus sejalan dengan keindahan akhlak:

اَللَّهُمَّ كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقِي فَحَسِّنْ خُلُقِي

Allahumma kamaa hassanta khalqii fa hassin khuluqii.

Artinya:

“Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memperindah rupaku, perindahlah akhlakku.”

Baca setiap kali bercermin agar hati selalu ingat untuk memperbaiki diri.

3. Doa Perlindungan dari Rayuan dan Fitnah

Nabi Yusuf AS memilih penjara daripada terjerumus dalam godaan. Doa ini diambil dari QS. Yusuf ayat 33:

قَالَ رَبِّ ٱلسِّجْنُ أَحَبُّ إِلَىَّ مِمَّا يَدْعُونَنِىٓ إِلَيْهِ ۖ وَإِلَّا تَصْرِفْ عَنِّى كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُن مِّنَ ٱلْجَٰهِلِينَ

Qāla rabbis-sijnu aḥabbu ilayya mimmā yad’ụnanī ilaīh, wa illā taṣrif ‘annī kaidahunna aṣbu ilaihinna wa akum minal-jāhilīn

Artinya: “Yusuf berkata: “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh” (QS. Yusuf: 33)

Doa ini mengajarkan keteguhan iman dan keberanian menjaga kehormatan.