Home Internasional Ribuan Pesawat Airbus Kembali Beroperasi setelah Update Darurat
Internasional

Ribuan Pesawat Airbus Kembali Beroperasi setelah Update Darurat

Bagikan
Pesawat Kargo UPS Meledak
Pesawat Kargo, Ilustrasi: Anncapictures / Pixabay.
Bagikan

finnews.id – Ribuan pesawat Airbus kembali beroperasi normal setelah mengalami grounding sementara akibat masalah teknis yang terkait dengan radiasi matahari. Insiden ini memengaruhi sejumlah besar pesawat model A320, A318, A319, dan A321, memaksa maskapai di berbagai belahan dunia untuk menunda atau membatalkan beberapa penerbangan. Airbus segera mengambil langkah cepat dengan pembaruan software untuk sebagian besar pesawat dan penggantian komputer untuk model yang lebih tua.

Gangguan Operasional dan Respon Maskapai

Awal masalah terungkap setelah sebuah pesawat JetBlue Airways yang terbang antara Amerika Serikat dan Meksiko mengalami penurunan ketinggian mendadak pada Oktober 2025 dan harus mendarat darurat. Sedikitnya 15 penumpang mengalami cedera ringan. Investigasi Airbus menunjukkan bahwa komputer pesawat yang menghitung ketinggian dapat terganggu oleh radiasi matahari intens di ketinggian tinggi, terutama pada model A320 dan varian lainnya.

Sebagai langkah antisipasi, sekitar 6.000 pesawat Airbus model A320 di seluruh dunia sempat digrounding sementara. Dari jumlah tersebut, lebih dari 5.000 pesawat berhasil menerima update software secara cepat. Sementara itu, sekitar 900 pesawat yang lebih tua memerlukan penggantian komputer, dan proses ini bergantung pada ketersediaan perangkat baru.

Maskapai besar melaporkan dampak yang berbeda-beda. Air France mencatat beberapa penerbangan tertunda atau dibatalkan dari Bandara Charles de Gaulle di Paris. American Airlines memperingatkan adanya kemungkinan “operational delays”, tetapi mayoritas update selesai pada akhir pekan. Delta Airlines menyatakan dampak pada operasionalnya relatif terbatas.

Di Inggris, otoritas penerbangan sipil menyatakan bahwa maskapai bekerja semalaman untuk menyelesaikan update software, sehingga lalu lintas udara tidak mengalami gangguan signifikan. Bandara Gatwick melaporkan beberapa gangguan, sementara Heathrow dan Manchester tidak mengalami pembatalan besar. Luton bahkan menyatakan “tidak ada dampak yang diperkirakan”. Maskapai seperti British Airways dan Air India dilaporkan tidak terlalu terdampak.

Di Australia, Jetstar membatalkan sekitar 90 penerbangan akibat update yang sedang berlangsung. Namun, sebagian besar pesawat telah diperbarui, dan gangguan diperkirakan hanya berlangsung hingga akhir pekan. Air New Zealand sempat menangguhkan penerbangan A320-nya, tetapi semua penerbangan telah kembali beroperasi setelah update selesai.

Maskapai Eropa seperti EasyJet dan Wizz Air melaporkan update software telah selesai, sehingga operasional kembali normal. CEO Airbus, Guillaume Faury, meminta maaf atas “tantangan logistik dan keterlambatan” yang terjadi, dan menegaskan bahwa tim Airbus bekerja untuk menyelesaikan update secepat mungkin.

Bagikan
Artikel Terkait
Internasional

Eropa Mengering: Data Satelit 20 Tahun Terakhir Ungkap Krisis Air Tersembunyi

finnews.id – Krisis air di Eropa kini berubah menjadi isu serius yang...

Internasional

Pangeran William Kunjungi Pengungsi Gaza

finnews.id – Pangeran William kembali menarik perhatian publik setelah melakukan kunjungan pribadi...

Internasional

159 Orang Kehilangan Nyawa akibat Banjir di Sri Lanka

finnews.id – Banjir di Sri Lanka kembali menarik perhatian global setelah laporan...

Kebakaran
Internasional

Kebakaran Besar di Fasilitas Limbah Sydney Picu Ledakan

finnews.id – Lebih dari 200 petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani kebakaran...