Home Internasional Hong Kong Berkabung setelah Tragedi Kebakaran Mematikan
Internasional

Hong Kong Berkabung setelah Tragedi Kebakaran Mematikan

Bagikan
Kebakaran
Kebakaran, Image: Pixabay
Bagikan

finnews.id – Hong Kong berkabung selama tiga hari setelah kebakaran terbesar dalam hampir delapan dekade menewaskan sedikitnya 128 orang. Peristiwa ini bukan sekadar bencana, tetapi tragedi yang memicu kemarahan publik karena banyak pihak menilai musibah ini dapat dicegah. Upaya penyelidikan dan penangkapan telah dimulai, sementara pertanyaan besar tentang kelalaian dan regulasi keselamatan bangunan terus muncul.

Pada Sabtu pagi, pemimpin Hong Kong John Lee memimpin seremoni hening cipta selama tiga menit di luar kantor pemerintahan. Bendera Hong Kong dan Tiongkok dikibarkan setengah tiang sebagai simbol duka. Pemerintah juga menyediakan titik-titik penghormatan di berbagai lokasi agar masyarakat dapat memberikan belasungkawa dan menandatangani buku dukacita.

Namun suasana duka ini disertai amarah. Banyak warga menilai tragedi ini seharusnya tidak terjadi. Begitu kebakaran mulai melanda tujuh dari delapan menara di Wang Fuk Court, api menyebar sangat cepat. Polystyrene di bagian luar jendela, jaring plastik di sekitar perancah, dan penggunaan bambu sebagai scaffolding disebut mempercepat perluasan api secara vertikal. Kombinasi material mudah terbakar membuat api bergerak hanya dalam hitungan menit. Pemadam kebakaran bekerja hampir dua hari penuh sebelum situasi terkendali.

Fakta lebih mengejutkan muncul dari laporan lapangan. Warga mengaku beberapa alarm kebakaran tidak berfungsi, sementara otoritas pemadam menyatakan sistem alarm di seluruh delapan blok tidak bekerja dengan efektif. Kondisi ini menambah pandangan bahwa ada kelalaian struktural yang dibiarkan berlangsung.

Penegakan hukum bergerak cepat. Delapan orang ditangkap terkait dugaan korupsi dalam proyek renovasi bangunan, sementara tiga orang lainnya sebelumnya sudah dikenai tuduhan pembunuhan tidak sengaja. Komisi Independen Anti-Korupsi (ICAC) mengonfirmasi bahwa mereka yang ditangkap mencakup direktur perusahaan rekayasa dan kontraktor perancah. Pemerintah menyatakan penyelidikan komprehensif akan dilakukan dalam beberapa minggu mendatang.

Kebakaran ini juga memicu perdebatan baru mengenai penggunaan scaffolding bambu, teknik yang telah lama dipakai dalam konstruksi di Hong Kong. Banyak pihak mempertanyakan apakah metode ini masih layak digunakan dalam kawasan urban dengan gedung-gedung tinggi yang padat penduduk. Selain itu, proyek renovasi disebut telah diawasi sebanyak 16 kali sejak Juli tahun lalu, namun tampaknya inspeksi tersebut tidak mencegah risiko bahaya yang kini merenggut ratusan nyawa dan membuat 150 orang masih belum ditemukan.

Wang Fuk Court, dibangun pada 1983, menyediakan hampir dua ribu unit hunian bagi lebih dari 4.600 penduduk. Kini area itu berubah menjadi tempat duka, kehilangan, sekaligus simbol ketidakpercayaan warga terhadap sistem keselamatan gedung dan manajemen proyek.

Masa berkabung ini bukan hanya untuk mengenang para korban. Banyak warga berharap tragedi ini menjadi titik balik. Tekanan publik meningkat agar pemerintah memastikan aturan keselamatan bangunan diperbarui, pengawasan diperketat, dan kelalaian tidak lagi dibiarkan.

Karena bagi banyak orang di Hong Kong, tragedi ini bukan sekadar kebakaran. Tragedi ini adalah peringatan keras bahwa keselamatan publik tidak boleh ditawar dan kepercayaan masyarakat harus dibangun kembali melalui transparansi dan akuntabilitas.

Referensi: BBC News, Reuters.

Bagikan
Artikel Terkait
Internasional

Hong Kong Bergolak setelah Kebakaran Wang Fuk Court yang Tewaskan 128 Orang

finnews.id – Hong Kong bergolak setelah kebakaran di Wang Fuk Court menewaskan...

Internasional

Eropa Mengering: Data Satelit 20 Tahun Terakhir Ungkap Krisis Air Tersembunyi

finnews.id – Krisis air di Eropa kini berubah menjadi isu serius yang...

Internasional

Pangeran William Kunjungi Pengungsi Gaza

finnews.id – Pangeran William kembali menarik perhatian publik setelah melakukan kunjungan pribadi...

Internasional

159 Orang Kehilangan Nyawa akibat Banjir di Sri Lanka

finnews.id – Banjir di Sri Lanka kembali menarik perhatian global setelah laporan...