finnews.id –
Australian Prime Minister Anthony Albanese telah menikahi pasangannya, Jodie Haydon, dalam sebuah upacara sederhana yang digelar di Canberra. Peristiwa ini dicatat sebagai sejarah karena Albanese menjadi perdana menteri pertama Australia yang menikah saat masih menjabat. Pernikahan ini dirayakan sehari setelah sidang terakhir parlemen, menandai momen penting baik secara personal maupun politik.
Albanese menyampaikan bahwa ia dan Jodie Haydon merasa bahagia dapat merayakan komitmen mereka di hadapan keluarga dan sahabat terdekat. Acara pernikahan diselenggarakan dengan menjaga keamanan dan privasi, dan momen ini juga memperlihatkan sisi humanis sang pemimpin. Putra Albanese, Nathan, hadir dalam perayaan, sedangkan anjing peliharaan mereka, Toto, dipercaya sebagai pembawa cincin.
Hubungan Albanese dan Haydon bermula pada tahun 2020 saat mereka bertemu dalam sebuah acara bisnis di Melbourne. Albanese kemudian melamar Haydon pada Hari Valentine tahun sebelumnya, dan sebelumnya ia juga menjadi perdana menteri pertama yang bertunangan saat masih menjabat. Jodie Haydon telah beberapa kali mendampingi Albanese dalam acara kenegaraan dan kampanye politik, termasuk dalam pemilu terakhir dan agenda internasional.
Prosesi pernikahan diiringi lagu Signed, Sealed, Delivered (I’m Yours) dari Stevie Wonder saat pasangan berjalan keluar lorong pernikahan, sementara tarian pertama mereka dilakukan dengan lagu The Way You Look Tonight dari Frank Sinatra. Acara resepsi juga menampilkan kaleng bir khusus bergambar pasangan tersebut, yang sebelumnya digunakan untuk mengumumkan pertunangan mereka. Beberapa menteri kabinet turut hadir dalam perayaan ini.
Bulan madu akan dilakukan selama lima hari di Australia, disesuaikan dengan jadwal tugas pemerintahan yang tetap padat. Momen ini menunjukkan bahwa kehidupan pribadi dan tanggung jawab sebagai pemimpin dapat berjalan bersamaan.
Pernikahan Albanese dipandang sebagai simbol keterbukaan kehidupan pribadi pemimpin politik tanpa mengurangi perhatian terhadap tugas negara. Peristiwa ini juga menandai perubahan budaya politik di Australia, di mana kehidupan personal seorang kepala pemerintahan dapat dibagikan secara wajar kepada publik.