finnews.id – Petugas medis melaporkan, serangan terbaru militer Israel telah menewaskan dua anak di Gaza pada Sabtu, 29 November 2025. Hingga kini, aksi kekerasan di wilayah itu terus berlanjut, meski gencatan senjata telah disepakati.
Paman dari dua anak itu mengatakan, sebuah pesawat tanpa awak Israel menembaki Fadi dan Goma Abu Assi, dua bersaudara berusia 10 dan 12 tahun.
Keduanya diserang saat mereka sedang mengumpulkan kayu bakar untuk membantu ayah mereka yang menggunakan kursi roda di sebelah timur Khan Younis di Gaza selatan.
“Mereka anak-anak, apa yang mereka lakukan? Mereka tidak punya rudal atau bom, mereka pergi mengumpulkan kayu untuk ayah mereka agar dia bisa menyalakan api,” kata Mohamed Abu Assi kepada Reuters saat pemakaman mereka berlangsung.
Di pemakaman, ayah anak-anak tersebut menangis di samping jenazah salah satu anak laki-laki yang kain kafan putihnya telah dibuka untuk memperlihatkan wajahnya.
Ratusan Warga Palestina Tewas Sejak Gencatan Senjata Disepakati
Setidaknya 354 warga Palestina telah tewas sejak gencatan senjata antara Israel dan Hamas berlaku pada 10 Oktober, menurut otoritas kesehatan Gaza.
Sementara Israel mengatakan, tiga tentaranya tewas akibat tembakan militan selama periode tersebut.
Tingkat kekerasan telah berkurang sejak gencatan senjata, tetapi Israel terus menyerang Gaza dan melakukan pembongkaran di wilayah yang didudukinya.
Kelompok militan Palestina, Hamas, dan Israel, menandatangani gencatan senjata pada 9 Oktober setelah dua tahun perang, tetapi membiarkan perselisihan yang paling sulit diselesaikan untuk perundingan lebih lanjut.
Israel dan Hamas saling menuduh melanggar komitmen gencatan senjata dan menolak langkah-langkah selanjutnya yang diwajibkan oleh rencana 20 poin Presiden AS Donald Trump.