Home Internasional Tragedi Kebakaran Hong Kong: Korban Tewas Jadi 94 Orang, Tiga Bos Kontraktor Ditangkap atas Dugaan Kelalaian
Internasional

Tragedi Kebakaran Hong Kong: Korban Tewas Jadi 94 Orang, Tiga Bos Kontraktor Ditangkap atas Dugaan Kelalaian

Bagikan
Kebakaran Hong Kong
Kebakaran hebat melanda kompleks apartemen Wang Fuk Court, Hong Kong, menewaskan sedikitnya 94 orang dan melukai puluhan lainnya. Tiga individu, termasuk direktur perusahaan konstruksi, ditangkap. Foto: Tangkapan Layar X
Bagikan

Secara terpisah, Paus Leo XIV mengirimkan telegram kepada uskup Hong Kong, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas tragedi tersebut dan menawarkan doa bagi para korban luka, keluarga mereka, dan semua petugas darurat.

Sementara itu,  Kepolisian Hong Kong bergerak cepat dengan menangkap tiga orang, yang terdiri dari direktur dan seorang konsultan teknik dari sebuah perusahaan konstruksi, atas dugaan pembunuhan tidak disengaja (manslaughter).

Eileen Chung, Pengawas Senior Kepolisian, menyatakan bahwa pihak berwenang memiliki alasan kuat untuk meyakini bahwa mereka yang bertanggung jawab di perusahaan konstruksi tersebut telah melakukan kelalaian besar. Penyelidikan awal menunjukkan adanya dugaan bahwa material yang dipasang pada dinding luar bangunan bertingkat tinggi tersebut tidak memenuhi standar ketahanan api.

Polisi juga menyita kotak-kotak dokumen dari kantor Prestige Construction & Engineering Company, perusahaan yang dikonfirmasi bertanggung jawab atas renovasi kompleks tersebut. Pihak berwenang menduga panel busa plastik yang sangat mudah terbakar ditemukan di dekat lobi lift setiap lantai di salah satu menara yang tidak terdampak. Bahan-bahan ini diduga dipasang oleh perusahaan konstruksi dengan tujuan yang masih diselidiki.

Kompleks perumahan yang dibangun pada tahun 1980-an dan terdiri dari 2.000 unit apartemen ini memang sedang menjalani proyek renovasi besar. Terkait hal ini, badan anti-korupsi Hong Kong menyatakan bahwa mereka akan meluncurkan penyelidikan terhadap kemungkinan adanya tindak korupsi yang berkaitan dengan proyek renovasi tersebut.

Menyikapi tragedi ini, Pemerintah Hong Kong mengambil tindakan tegas. Sekretaris Keamanan, Chris Tang, mengumumkan akan melakukan inspeksi segera di semua kawasan perumahan yang sedang menjalani pekerjaan renovasi besar-besaran untuk memastikan perancah dan bahan konstruksi memenuhi standar keselamatan.

Pemerintah juga mulai mendiskusikan peralihan penggunaan perancah bambu ke perancah logam dengan perwakilan industri konstruksi. Eric Chan, Ketua Sekretaris Administrasi, menyatakan,

Bagikan
Written by
Lina Setiawati

Bergabung dengan FIN CORP di 2024, Lina Setiawati membawa pengalaman jurnalistik lebih dari dua dekade sejak tahun 2000. Spesialisasinya mencakup analisis berita olahraga, dinamika politik, hukum, kriminal, serta peristiwa nasional terkini.

Artikel Terkait
Presiden AS Donald Trump
Internasional

Trump Ingin Menyelesaikan Masalah Nuklir Iran Melalui Jalur Diplomasi

finnews.id – Presiden AS Donald Trump mengatakan, meski ia lebih menyukai solusi...

Internasional

Pidato Trump: AS akan Serang Iran, Teheran Mungkir

“Mereka ingin membuat kesepakatan, tetapi kita belum mendengar kata-kata rahasia itu, ‘Kita...

EkonomiInternasional

Pemerintahan Trump Bakal Ambil Inisiatif Ilegal untuk Imigran, Perbankan jadi Alat

  Pendapat Pakar Jeremy Kress, seorang Profesor madya hukum bisnis di Universitas...

Internasional

AS Tuding China Lakukan Peningkatan Kemampuan Senjata Nuklir

Yeaw menyambut baik berakhirnya perjanjian tersebut, dengan menegaskan bahwa batasan jumlah hulu...