Home News Suport Pendidik, Prabowo Subianto: Guru Harus Tegas, Anak Nakal Tidak Boleh Dibiarkan
News

Suport Pendidik, Prabowo Subianto: Guru Harus Tegas, Anak Nakal Tidak Boleh Dibiarkan

Bagikan
Presiden Prabowo
Presiden Prabowo saat Peringatan Hari Guru Nasional
Bagikan

Fokus pada Keteladanan dan Kompetensi Guru

Prabowo menegaskan bahwa menjadi guru bukan hanya profesi, tetapi panggilan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Ia meminta seluruh pihak menciptakan lingkungan belajar yang aman, menyenangkan, dan mendorong pembentukan karakter siswa.

Ia juga menyoroti pentingnya kompetensi guru, yang menurutnya tidak hanya berupa gelar akademik.

“Guru jangan hanya mengejar gelar, tapi harus lebih baik dalam memberikan ilmu dan keteladanan,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah berencana menambah tiga layar besar pusat siaran nasional pada tahun depan untuk menampilkan guru-guru berprestasi sebagai pembicara utama.

Menutup sambutannya, Prabowo mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.

“Semoga Indonesia semakin hebat dan semua guru diberkahi kesehatan serta kekuatan dalam mengemban tugas mulia ini,” pungkasnya.

Bagikan
Written by
Gatot Wahyu

Gatot Wahyu adalah jurnalis senior yang telah berkecimpung di dunia pers sejak tahun 1990-an. Bergabung dengan Jaringan FIN CORP sejak 2014, ia memiliki spesialisasi dan wawasan mendalam dalam peliputan berita bidang politik, hukum, dan kriminal.

Artikel Terkait
News

Korps Marinir Siapkan Gemblengan Khusus ASN Komcad 2026, Cek Lokasi dan Materinya!

Berikut 5 Lokasi Pendidikan TNI yang Disiapkan: Pasmar 1 (Korps Marinir) Kodam...

News

Bareskrim Polri Tangkap DPO Kasus Narkoba Erwin alias Koko Erwin

Penyerahan sabu yang dikemas dalam lima kantong plastik itu disebut merupakan tindak...

News

PDIP Bongkar Data APBN 2026: Rp223,5 Triliun Anggaran Pendidikan Lari ke Program MBG

finnews.id – Polemik mengenai asal-usul dana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akhirnya...

News

Kuota Hangus Digugat ke MK, Telkomsel Buka Suara: Paket Pulsa Tidak Sama dengan Token Listrik

Fahmi menilai, kuota yang hangus biasanya terjadi karena pelanggan membeli paket melebihi...