Home Internasional UNCTAD: Butuh Puluhan Tahun untuk Pulihkan Gaza
Internasional

UNCTAD: Butuh Puluhan Tahun untuk Pulihkan Gaza

Bagikan
Pemulihan Gaza
Pemulihan Gaza, Image:: Hosnysalah / Pixabay
Bagikan

Dinamika Politik yang Belum Stabil

Walaupun terdapat gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat pada Oktober lalu, situasi politik di Gaza dan Tepi Barat masih rapuh. Di bawah perjanjian itu, telah terjadi pertukaran tahanan dan penyerahan jenazah. Namun, insiden pelanggaran gencatan senjata masih terjadi dan memicu ketegangan baru.

Persoalan lebih lanjut muncul tentang siapa yang akan memimpin proses rekonstruksi. Rencana 20 poin yang didukung Dewan Keamanan PBB menyerukan pembentukan pemerintahan teknokrat Palestina yang didampingi sebuah “dewan perdamaian internasional.” Tetapi hingga kini, tidak ada mekanisme jelas mengenai pendanaan, pelaksana proyek, atau batas mandat keamanan.

Biaya Rekonstruksi yang Luar Biasa

UNCTAD memperkirakan bahwa pemulihan Gaza memerlukan biaya lebih dari 70 miliar dolar AS dan prosesnya bisa berlangsung selama beberapa dekade. Kerusakan infrastruktur mencakup sistem air, sanitasi, transportasi, kesehatan, permukiman, hingga fasilitas pendidikan.

Namun, meskipun bantuan besar mengalir, laporan itu menegaskan pemulihan Gaza tidak akan cepat. Bahkan dengan dukungan luar biasa dari komunitas internasional, Gaza diperkirakan membutuhkan waktu panjang agar dapat kembali ke kondisi sebelum Oktober 2023. Pada akhirnya, langkah merebuild Gaza bukan hanya proyek fisik, tetapi rekonstruksi tatanan sosial dan ekonomi yang telah runtuh.

Apakah Pemulihan Gaza Mungkin?

Pertanyaan muncul: apakah pemulihan Gaza hanya sebatas teori? Jawabannya bergantung pada banyak faktor: stabilitas politik, dukungan internasional, kesepakatan keamanan, dan akses penuh bagi bantuan. Laporan UNCTAD menegaskan bahwa pemulihan Gaza bisa dicapai, tetapi jalannya panjang dan penuh tantangan.

Namun demikian, pemulihan tetap penting untuk dilakukan karena menyangkut masa depan jutaan manusia. Sebuah bangsa tak dapat bertahan tanpa sekolah, rumah, pasar, layanan kesehatan, dan kehidupan sosial yang stabil. Oleh karena itu, harapan terus hadir untuk masa depan Gaza yang lebih baik meskipun jalannya penuh ketidakpastian.

Bagikan
Artikel Terkait
Presiden AS Donald Trump.
Internasional

Trump Siapkan Kekuatan Militer AS untuk Invasi Greenland

Mantan Perdana Menteri Greenland, Mute Egede, menanggapi klaim tersebut dengan tegas. Ia...

Internasional

U.S. Warns Its Citizens in Venezuela to Be Wary of Paramilitary Groups

State department officials made a visit to Caracas on Friday as part...

Penolakan Greenland terhadap Klaim Amerika Serikat
Internasional

Tegas! Pemimpin Greenland Tolak Tawaran Donald Trump untuk Ambil Alih Wilayah

Nilai Strategis Greenland Greenland memegang posisi geografis yang sangat strategis di kutub...

Internasional

Unjuk Rasa Iran Meluas, Rumah Sakit Kewalahan

Hambatan Informasi dan Pemadaman Internet Peliputan situasi di Iran menghadapi kendala besar...