Home Internasional 1,5 Juta Warga Gaza Menunggu Tenda
Internasional

1,5 Juta Warga Gaza Menunggu Tenda

Bagikan
Warga Gaza Menunggu Tenda, Image: Hosnysalah / Pixabay
Bagikan

finnews.id – Warga Gaza menunggu tenda sejak awal musim dingin tiba. Situasi ini terus memburuk karena jutaan orang kehilangan rumah akibat perang. Menurut kelompok bantuan internasional, sekitar 260.000 keluarga atau lebih dari 1,5 juta orang hidup tanpa perlindungan layak. Mereka tidur di tenda rapuh, terpal tipis, dan struktur darurat yang tidak kuat menghadapi hujan, angin, dan banjir.

Pada akhir pekan lalu, hujan deras turun untuk pertama kalinya. Akibatnya, ribuan tenda bocor dan roboh. Banyak keluarga berdiri di tengah genangan air sambil memindahkan pakaian, kasur, dan makanan agar tidak rusak. Kondisi ini menciptakan ancaman baru: penyakit, infeksi, dan hipotermia pada anak-anak serta lansia.

Mengapa Bantuan Tidak Masuk Lebih Cepat?

Setelah gencatan senjata berjalan, pemerintah Israel menerapkan aturan baru bagi kelompok kemanusiaan. Aturan ini meminta daftar staf lokal sebelum bantuan masuk. Banyak lembaga internasional menolak syarat itu karena melanggar aturan privasi data negara donor. Akibatnya, ribuan pallet bantuan tertahan di Mesir, Yordania, dan Israel.

Selain itu, beberapa perlengkapan dinilai sebagai barang dual-use. Barang seperti tiang tenda, generator, dan kabel masuk kategori ini karena berpotensi digunakan untuk kegiatan non-sipil. Proses izin untuk barang dual-use jauh lebih lambat dibandingkan makanan atau obat.

Bantuan yang Masuk Belum Mencukupi

Kelompok kemanusiaan melaporkan hanya sekitar 19.000 tenda berhasil masuk sejak Oktober. Jumlah ini jauh dari kebutuhan minimal untuk 1,5 juta orang. Sementara itu, bangunan di Gaza hancur parah. Data terbaru menunjukkan sekitar 80% bangunan rusak dan lebih dari 90% gedung di Gaza City tidak lagi layak huni.

Karena kekurangan suplai, harga tenda melonjak. Di pasar gelap, tenda pernah mencapai 2.700 dolar. Setelah suplai sedikit bertambah, harga turun menjadi 900–1.000 dolar. Namun warga tidak mampu membelinya karena mereka kehilangan pekerjaan, pemasukan, dan tabungan.

Dampak Langsung bagi Pengungsi

Sebagian besar pengungsi memperbaiki tenda dengan karpet rusak, kayu bekas, atau plastik. Upaya itu tidak cukup melawan cuaca. Banyak anak mengalami flu berat, batuk panjang, dan demam karena udara malam sangat dingin. Ibu kehilangan bahan makanan karena banjir merusak tepung dan bahan pokok lain. Mereka berusaha tetap bertahan, tetapi kondisi fisik dan mental terus melemah.

Seruan Mendesak dari Organisasi Kemanusiaan

Organisasi internasional meminta proses yang lebih sederhana agar bantuan cepat masuk. Mereka juga menyerukan sistem distribusi yang adil untuk mencegah pencurian dan penyalahgunaan. Beberapa pemimpin humaniter menyampaikan kekhawatiran bahwa warga Gaza bisa meninggal sebelum rencana rekonstruksi berjalan.

Menurut mereka, rencana lima tahun tidak menyelamatkan kehidupan hari ini. Yang dibutuhkan warga Gaza sekarang sangat sederhana: tenda yang kuat, alas tidur yang kering, dan perlindungan dari hujan serta angin.

Harapan Warga Gaza

Warga Gaza menunggu tenda sambil berharap situasi segera berubah. Banyak keluarga sudah berpindah lebih dari sepuluh kali sejak perang dimulai. Mereka tidak meminta kemewahan. Mereka hanya ingin tempat aman untuk tidur, tempat hangat untuk anak-anak, dan kesempatan untuk bertahan sampai masa depan mereka kembali terbuka.

Selama bantuan belum bergerak, mereka tetap menunggu. Bukan untuk rumah permanen. Tetapi untuk benda sederhana yang seharusnya mudah didapat: sebuah tenda.

Referensi

BBC News
Norwegian Refugee Council
United Nations OCHA
International Rescue Committee

Bagikan
Artikel Terkait
Internasional

Iran Batasi Hanya 12 Kapal Per Hari Lintasi Selat Hormuz, Tarif Tembus Rp34 Miliar per Kapal!

finnews.id – Kebijakan baru Iran terkait jalur strategis energi dunia, Selat Hormuz,...

Internasional

AS Kirim Dua Kapal Perang Lintasi Selat Hormuz, Trump: Kami Mulai Proses Pembersihan!

finnews.id – Dua kapal perang Amerika Serikat dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz....

Internasional

Israel Ngaku Kirim 10.800 Serangan Udara ke Iran Selama Perang Satu Bulan Lebih

radarpena.co.id – Militer Israel menyatakan telah melancarkan lebih dari 10.800 serangan udara...

Internasional

Trump Tegaskan Tak Perlu Rencana Cadangan Jelang Negosiasi AS–Iran di Pakistan

finnews.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pesan tegas menjelang pembicaraan...