Home Lifestyle Krampusnacht: Malam Setan Bertanduk Jadi Tradisi Natal Paling Mengerikan di Eropa Tengah
Lifestyle

Krampusnacht: Malam Setan Bertanduk Jadi Tradisi Natal Paling Mengerikan di Eropa Tengah

Bagikan
Krampusnacht
Krampusnacht adalah perayaan Natal paling gelap di Austria dan Jerman. Setan bertanduk, cambuk ranting, dan teriakan anak-anak jadi bagian dari tradisi 5 Desember yang menakutkan sekaligus memikat ribuan wisatawan setiap tahun.Foto:Pixabay/@mike_68
Bagikan

Mereka berlari mengejar penonton muda (terutama perempuan) sambil mengayunkan Rute (cambuk ranting) atau menaburkan abu. Meski terlihat menakutkan, ada aturan ketat, cambukan hanya boleh mengenai paha atau bokong, tidak wajah, dan anak-anak kecil biasanya dilindungi orang tua.

Bagi masyarakat lokal, Krampusnacht bukan sekadar hiburan horor. Ini adalah ritual pelepasan stres menjelang akhir tahun, pengingat moral bahwa kebaikan dan kejahatan selalu berdampingan, serta cara mempertahankan identitas regional di tengah globalisasi Natal ala Amerika.

Banyak keluarga Tyrol bahkan mewariskan topeng Krampus secara turun-temurun, sama seperti kita mewariskan resep kue keluarga.

Di era media sosial, Krampus justru semakin mendunia. Video parade yang mengerikan namun estetis viral setiap tahun, menarik wisatawan dari Amerika Serikat, Jepang, hingga Indonesia.

Beberapa tur operator bahkan menawarkan paket “Dark Side of Christmas” khusus untuk menyaksikan Krampusnacht di beberapa kota dalam satu minggu.

Meski penuh teriakan dan cambukan, malam itu selalu berakhir dengan cara yang sama: para Krampus melepas topeng, wajah mereka penuh keringat dan tawa, lalu duduk bersama penonton di kedai minum Glühwein (anggur panas berbumbu).

Di situlah sisi manusiawi tradisi ini terlihat, di balik topeng setan, mereka adalah ayah, anak, dan tetangga yang ingin menjaga warisan leluhur tetap hidup.

Krampusnacht membuktikan bahwa Natal tidak selalu tentang kedamaian dan cahaya. Di pegunungan Alpen, Natal juga punya gigi, tanduk, dan cambuk—dan justru itulah yang membuatnya tak pernah dilupakan.

Bagikan
Written by
Lina Setiawati

Bergabung dengan FIN CORP di 2024, Lina Setiawati membawa pengalaman jurnalistik lebih dari dua dekade sejak tahun 2000. Spesialisasinya mencakup analisis berita olahraga, dinamika politik, hukum, kriminal, serta peristiwa nasional terkini.

Artikel Terkait
Lifestyle

Rahasia Foshan di Tiongkok jadi Lahan Berburu Pecinta Furnitur Singapura

“Mengelola toko furnitur di Singapura itu mahal karena biaya sewa yang tinggi,...

Lifestyle

Dari mana dan Apa Makna ‘Mokel’ yang Populer saat Ibadah Puasa Ramadhan Tiba?

Kedua, mengqadha puasa. Jika batal tanpa alasan syar’i, maka wajib mengganti puasa...

Tips puasa tetap berenergi
Lifestyle

Tips Puasa Anti Lemas: Rahasia Tetap Berenergi Sepanjang Hari Menurut Ahli Nutrisi Dunia

Untuk menu utama Iftar, pastikan tetap tinggi protein dan sayuran hijau. Bagi...

Lifestyle

Ketahuan Tidak Puasa saat Ramadhan, Kemendagri Siap Beri Sanksi dan Denda Senilai Jutaan

finnews.id – Puasa pada bulan Ramadan merupakan hukum wajib bagi semua umat...