finnews.id – Negosiasi damai Ukraina-Rusia kembali mendapat perhatian internasional setelah muncul sinyal kemajuan dalam pembahasan proposal perdamaian yang Amerika Serikat ajukan. Situasi diplomatik ini bergerak lebih cepat daripada minggu sebelumnya karena pembahasan mulai mengerucut pada sejumlah poin utama. Banyak analis menilai fase ini sebagai titik paling menentukan sejak awal invasi.
Kemajuan Terbaru di Jenewa
Pertemuan berlangsung di Jenewa dan diikuti delegasi dari Ukraina, Amerika Serikat, serta beberapa negara Eropa. Marco Rubio mengungkapkan optimisme setelah sesi pembahasan terbaru dan menyebut tim berhasil mempersempit perbedaan dari dokumen rencana perdamaian yang terdiri dari 28 poin. Volodymyr Zelensky juga menyatakan ada perubahan pendekatan dari tim Presiden Donald Trump.
Meskipun ada perkembangan, sejumlah poin tetap menjadi sumber ketegangan. Draft yang bocor menunjukkan pembekuan garis depan di wilayah Kherson dan Zaporizhzhia, serta pengakuan de facto kontrol Rusia di Donetsk, Luhansk, dan Krimea. Kyiv menganggap poin ini menyentuh soal kedaulatan sehingga membutuhkan pembahasan lebih dalam.
Isi Rencana Damai yang Diperdebatkan
Bagian lain dari proposal membatasi kekuatan militer Ukraina hingga maksimal 600 ribu personel. Persyaratan tersebut diikuti larangan bergabung dengan NATO meskipun terdapat janji jaminan keamanan — namun tanpa detail teknis.
Selain itu, rencana tersebut membuka peluang Rusia kembali terhubung ke sistem ekonomi global melalui penghapusan sanksi. Ada juga poin yang menyebut kemungkinan Moskow kembali ke format G8. Beberapa negara Eropa kabarnya sudah menyiapkan konsep tandingan karena menilai dokumen terlalu condong ke Moskow.
Tekanan Politik dan Tenggat Waktu
Presiden Trump menetapkan batas waktu bagi Kyiv untuk menyetujui proposal tersebut. Ia kemudian menegaskan tenggat itu bukan final, namun tekanan tetap terasa karena periode pembahasan semakin sempit. Konteks politik global membuat keputusan ini bukan hanya menyangkut perang, tetapi juga arah keamanan jangka panjang benua Eropa.
Kini negosiasi damai Ukraina-Rusia bergerak pada tahap di mana hasilnya dapat mengakhiri konflik atau membuka babak pembicaraan baru yang lebih panjang. Marco Rubio tetap optimis dan memperkirakan kesepakatan dapat tercapai dalam waktu dekat.