Home Internasional Masa Depan KTT Iklim COP Dipertanyakan
Internasional

Masa Depan KTT Iklim COP Dipertanyakan

Bagikan
KTT Iklim COP
KTT Iklim COP, Image: COP30 Official Web
Bagikan

finnes.id – Masa depan KTT iklim COP kini dipertanyakan karena semakin banyak pihak melihat prosesnya tidak lagi sejalan dengan urgensi krisis iklim global. Laporan BBC menunjukkan rasa frustrasi yang meningkat selama dua minggu pertemuan di COP30. Banyak delegasi mulai bertanya apakah format ini masih relevan.

Proses Negosiasi Dianggap Tidak Efektif

Selama konferensi, pertanyaan sama muncul berulang kali: mengapa dunia masih memakai mekanisme yang mengharuskan ribuan orang terbang ke negara lain hanya untuk berdebat soal tanda baca dan terminologi? Para peserta sering menjalani sesi negosiasi pada pukul tiga pagi, ketika kondisi fisik mereka sudah sangat lelah. Situasi ini menimbulkan keraguan tentang kualitas keputusan yang lahir dari proses seperti itu.

Setelah Paris Agreement, COP Kehilangan Arah

COP pernah mencapai momen penting ketika melahirkan Paris Agreement satu dekade lalu. Namun, setelah itu banyak pihak merasa COP bergerak tanpa arah jelas. Dalam wawancara dengan BBC, Harjeet Singh dari Fossil Fuel Treaty Initiative menyatakan bahwa dunia tidak bisa membuang COP begitu saja, namun proses ini perlu desain ulang besar-besaran. Ia juga menilai sebagian solusi harus muncul di luar struktur COP karena tantangan iklim terus berkembang.

Dunia Bergerak Cepat, COP Tidak Mengikuti

Perdebatan mengenai net-zero, biaya energi, dan transisi ke energi bersih semakin penting. Namun pembahasan di ruang konferensi sering terasa jauh dari kehidupan masyarakat yang menghadapi banjir, kekeringan, atau lonjakan harga energi. Model konsensus yang menjadi dasar COP berasal dari era politik global yang berbeda. Sekarang dinamika geopolitik berubah, sehingga mekanisme lama semakin sulit bekerja.

Upaya Brasil Belum Menjawab Tantangan

Sebagai tuan rumah, Brasil mencoba membuat COP30 lebih fokus pada implementasi. Pemerintah menekankan “agenda energi” dan ingin mendorong langkah konkret. Meski begitu, banyak peserta mengaku tidak memahami maksud dan arah kebijakan tersebut. Situasi ini memperkuat pandangan bahwa COP masih terjebak dalam retorika, bukan aksi nyata.

Bagikan
Artikel Terkait
Serangan Arab Saudi di Yaman
Internasional

Kemlu Ungkap Nasib 3 WNI di Yaman Saat Serangan Arab Saudi

finnews.id – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI akhirnya mengungkap nasib tiga warga...

Internasional

Rusia Gabung dengan China-Iran dalam Latihan Perang di Lepas Pantai Afsel

finnews.id – Sebuah kapal perang Rusia tiba di lepas pantai pangkalan Angkatan...

Presiden AS Donald Trump.
Internasional

Dinilai Kooperatif, Trump Batalkan Gelombang Serangan Kedua ke Venezuela

finnews.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan gelombang serangan kedua...

Longsor sampah Filipina 2026
Internasional

Tragedi Longsor Sampah di Filipina: Puluhan Pekerja Hilang Tertimbun di Cebu City

Finnews.id – Bencana mematikan melanda wilayah Filipina bagian tengah setelah sebuah gunungan...