Home Ekonomi UANG NEGARA Rp 3.5 TRILIUN NGANGGUR: Menkeu Purbaya Siap Alihkan atau Pangkas Defisit APBN 2025
Ekonomi

UANG NEGARA Rp 3.5 TRILIUN NGANGGUR: Menkeu Purbaya Siap Alihkan atau Pangkas Defisit APBN 2025

Bagikan
UANG NEGARA Rp 3.5 TRILIUN NGANGGUR, Menkeu Purbaya Siap Alihkan atau Pangkas Defisit APBN 2025
UANG NEGARA Rp 3.5 TRILIUN NGANGGUR, Menkeu Purbaya Siap Alihkan atau Pangkas Defisit APBN 2025
Bagikan

Finnews.id – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan fakta mengejutkan total anggaran senilai Rp 3,5 triliun telah dikembalikan oleh K/L.

Ini karena ketidakmampuan menyerap dana tersebut secara maksimal sebelum batas akhir pembukuan APBN.

Purbaya menegaskan angka initial return sebesar Rp 3,5 triliun ini bukanlah batas akhir. Ada kekhawatiran kuat bahwa jumlah dana yang tak terserap dan wajib dikembalikan ke Kas Negara akan melonjak signifikan.

Pemerintah saat ini masih melakukan monitoring ketat terhadap realisasi belanja K/L hingga akhir November, periode yang seringkali menunjukkan lonjakan pengembalian anggaran.

“Ini kan belum habis bulannya, ya tahunnya. Saya duga sih akan ada yang balikin lagi, beberapa sampai akhir November kita monitor,” ujar Purbaya dalam acara konferensi pers APBN KiTa pada Jumat, 21 November 2025.

Prediksi ini mengindikasikan bahwa beberapa instansi masih berjuang keras untuk menghabiskan budget mereka, atau justru gagal total dalam mengeksekusi program belanja yang direncanakan.

“Saya duga sih akan ada yang balikin lagi, beberapa sampai akhir November kita monitor. Tapi kalau nggak tersalurkan, ya kita gunakan untuk mengurangi defisit anggaran kita, supaya lebih terkendali,” jelas Purbaya.

Rp 3,5 Triliun Dialihkan untuk Belanja Cepat

Meskipun terhambat oleh penyerapan yang lamban, Menkeu Purbaya memastikan ruang gerak untuk memaksimalkan belanja negara masih terbuka lebar hingga hari terakhir tahun fiskal.

Prinsip pemerintah adalah mengoptimalkan setiap rupiah anggaran agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan perekonomian.

Menkeu memprioritaskan opsi relokasi dana. Dana yang dikembalikan oleh K/L yang lamban dapat dialihkan secara cepat ( carry over) kepada K/L lain yang memiliki kebutuhan mendesak.

Ini terbukti mampu mengeksekusi program belanja secara cepat dan efektif dalam waktu singkat.

“Rencananya ya kita lihat, ada nggak yang bisa spend (belanja) lebih cepat nanti kalau di November, Desember bisa spend, kita alokasikan ke sana,” terangnya.

Kebijakan ini merupakan upaya last-mile untuk menghindari dana negara “tidur” di kas K/L.

Namun, jika skema pengalihan anggaran tidak menemukan penerima yang siap secara optimal, pemerintah telah menyiapkan rencana cadangan yang lebih besar. Yaitu penggunaan dana sisa tersebut untuk kesehatan fiskal negara.

Apabila tidak ada kebutuhan yang memenuhi kriteria mendesak dan siap spending di sisa waktu tahun ini, pemerintah akan menggunakan dana triliunan rupiah yang dikembalikan tersebut untuk tujuan krusial: mengurangi defisit fiskal APBN 2025.

“Tapi kalau nggak ya kita gunakan untuk mengurangi defisit anggaran kita, supaya lebih terkendali,” tutup Purbaya.

Bagikan
Artikel Terkait
Ekonomi

Lowongan Bea Cukai untuk Lulusan SMA Dibuka, Ini Syarat, Posisi, dan Cara Daftarnya

finnews.id – Kabar baik bagi lulusan SMA atau sederajat yang tengah berburu...

Ekonomi

Gaji Pensiunan ASN 2026 Dikabarkan Naik, Pemerintah dan TASPEN Beri Penjelasan Resmi

finnews.id – Isu kenaikan gaji pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) kembali mencuat...

Ekonomi

Gaji ke-13 ASN dan PPPK 2026 Terancam Efisiensi? Ini Penjelasan Terbaru Pemerintah

finnews.id – Isu efisiensi anggaran terhadap gaji ke-13 Aparatur Sipil Negara (ASN)...

Ekonomi

Pengumuman! Stok BBM Subsidi Pertalite Bertahan 18 Hari, Pertamax 22 Hari

finnews.id – BPH Migas memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi nasional...