finnews.id – Doa adalah cara seorang hamba mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dalam Al-Qur’an, banyak doa para nabi yang Allah abadikan sebagai pedoman hidup umat manusia. Salah satu nabi yang kisah dan doanya banyak disebut dalam Al-Qur’an adalah Nabi Musa ‘alaihissalam,
seorang nabi yang dikenal pemberani, teguh hati, dan selalu bergantung kepada Allah dalam setiap urusan.
Artikel ini merangkum 5 doa Nabi Musa yang sarat makna dan dapat diamalkan dalam berbagai situasi, dari memohon kemudahan, perlindungan, hingga kelapangan rezeki.
1. Doa Meminta Kemudahan dalam Segala Urusan
Doa ini diabadikan dalam Surah Thaha ayat 25–28 dan sering dibaca saat seseorang membutuhkan kelancaran, keberanian, serta kelapangan hati.
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
Rabbi-shrah lī ṣadrī.
Wa-yassir lī amrī.
Wahlu-l ‘uqdatan min lisānī.
Yafqahū qawlī.
Artinya:
“Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.” (QS. Thaha: 25–28)
2. Doa Memohon Ampunan
Doa ini dipanjatkan Nabi Musa ketika beliau menyadari kesalahan dan meminta ampunan Allah SWT.
رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي فَغَفَرَ لَهُ ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Rabbi innī ẓalamtu nafsī faghfir lī, fa-ghafara lahū, innahū huwa al-ghafūru ar-raḥīm.
Artinya:
“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri, maka ampunilah aku.” Maka Allah mengampuninya. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Qashash: 16)
3. Doa Agar Terhindar dari Fitnah
Doa ini sangat relevan di zaman penuh cobaan dan fitnah, saat kita memohon perlindungan dari kezhaliman manusia.
فَقَالُوا۟ عَلَى ٱللَّهِ تَوَكَّلْنَا ۚ رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ
Faqālū ‘alallāhi tawakkalnā.
Rabbanaa lā taj‘alnā fitnatan lil-qawmiz ẓ-ẓālimīn.
Wa najjinā bi-raḥmatika minal-qawmil kāfirīn.
Artinya:
“Kepada Allah-lah kami bertawakal. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zalim. Dan selamatkanlah kami dengan rahmat-Mu dari tipu daya orang-orang kafir.” (QS. Yunus: 85–86)
4. Doa Memohon Kebaikan & Rezeki
Doa singkat namun penuh makna ini dipanjatkan Nabi Musa saat beliau berada dalam kondisi sangat membutuhkan pertolongan dan rezeki.
رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ
Rabbi innī limā anzalta ilayya min khayrin faqīr.
Artinya:
“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan kebaikan (rezeki) yang Engkau turunkan kepadaku.” (QS. Al-Qashash: 24)
5. Doa Meminta Petunjuk dan Perlindungan
Doa ini cocok dibaca saat berada dalam situasi sulit, bingung menentukan pilihan, atau ketika membutuhkan perlindungan Allah.
رَبِّ نَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
عَسَىٰ رَبِّي أَنْ يَهْدِيَنِي سَوَاءَ السَّبِيلِ
Rabbi najjinī minal-qawmiẕ-ẕālimīn.
‘Asā rabbī an yahdiyānī sawā’as-sabīl.
Artinya:
“Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu. Mudah-mudahan Tuhanku membimbingku ke jalan yang benar.” (QS. Al-Qashash: 21–22)
Cara Mengamalkan Doa Nabi Musa
Agar doa-doa ini lebih meresap dan membawa keberkahan, ada beberapa waktu dan cara yang dianjurkan:
- Dibaca setelah sholat wajib.
- Dibaca saat sholat tahajud atau sholat hajat.
- Diamalkan di waktu-waktu mustajab, seperti sepertiga malam, antara adzan–iqamah, atau saat sujud.
- Mengiringinya dengan amal kebaikan seperti sedekah, memperbanyak dzikir, dan menjaga keikhlasan.
Doa-doa Nabi Musa bukan hanya rangkaian kata, tetapi cermin ketawadhuan dan keyakinan seorang nabi. Semoga kita dapat meneladani dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari