Home Internasional Viral! Kasus Guru Lakban Mulut Murid dan Pukul Murid Lainnya dengan Kursi
Internasional

Viral! Kasus Guru Lakban Mulut Murid dan Pukul Murid Lainnya dengan Kursi

Bagikan
Kekerasan di Dunia Pendidikan
Kekerasan di Dunia Pendidikan, IMage: Yazz Davis / Pexels
Bagikan

finnews.id – Kekerasan di dunia pendidikan muncul lagi dalam sorotan publik melalui rekaman CCTV yang viral. Rekaman ini memperlihatkan guru berinisial T memberi hukuman ekstrem kepada siswa. Pertama, beberapa mulut murid dilakban. Lalu, rekaman lanjutan menunjukkan guru tersebut memukul seorang murid laki-laki dengan bagian kaki kursi. Kejadian ini berlangsung di sebuah sekolah di kota di Rusia.

Kronologi Kejadian dan Reaksi Sekolah

Awal mula kasus muncul dari video CCTV yang tersebar di media online. Video pertama memperlihatkan guru T menarik seorang murid dan memberi lakban pada mulutnya. Setelah itu, video berikutnya memperlihatkan momen ketika guru T memukul siswa menggunakan kursi. Lokasi kelas, suasana ruangan, dan ekspresi para murid terlihat sangat jelas dalam rekaman, sehingga banyak orang merasa rekaman itu tidak bisa dibantah.

Orang tua murid berang dan banyak dari mereka memberi komentar bahwa perilaku tersebut tidak layak terjadi dalam lingkungan sekolah. Menariknya, guru T mencoba menjelaskan bahwa tindakan tersebut sekadar bentuk candaan dan hukuman ringan bagi murid yang dianggap terlalu ribut. Kepala sekolah juga memberi komentar serupa, sehingga suasana semakin memanas. Banyak orang tua mempertanyakan alasan lembaga pendidikan itu tetap mempertahankan guru tersebut walaupun bukti visual sudah terlihat nyata.

Mengapa Kasus seperti Ini Masih Terjadi?

Fenomena seperti ini tidak hanya muncul di Rusia. Banyak negara masih menghadapi masalah serupa. Kekerasan di dunia pendidikan sering muncul karena beberapa faktor, seperti stres guru, kurangnya pelatihan pengelolaan kelas, serta budaya lama yang masih menormalisasi hukuman fisik.

Beberapa ahli psikologi menyebut bahwa lingkungan sekolah yang tidak sehat memberi ruang pada perilaku agresif. Ketika guru merasa kelelahan secara emosional, risiko perilaku kasar semakin besar. Namun, alasan tersebut tetap tidak memberi pembenaran. Sekolah seharusnya menjadi ruang aman, bukan tempat anak menerima ketakutan, tekanan, atau perlakuan merendahkan.

Bagikan
Artikel Terkait
Internasional

Greenland Hadapi Tekanan Geopolitik Usai AS Bahas Opsi Akuisisi

finnews.id – Greenland kembali menjadi perhatian internasional setelah Amerika Serikat menyatakan sedang...

Internasional

AS Buka Opsi Pembelian Greenland, Gedung Putih Akui Pembahasan Masih Berjalan

finnews.id – Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan...

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy.
Internasional

Zelenskyy: Pembicaraan Lanjutan Ukraina dan AS Akan Bahas ‘Isu-isu Paling Sulit’

finnews.id – Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengatakan, pembicaraan lebih lanjut antara tim...

Internasional

PBB Tuduh Israel Terapkan ‘Apartheid’ di Tepi Barat

finnews.id – PBB menyatakan diskriminasi dan segregasi terhadap warga Palestina oleh Israel...