Home Internasional Mengenal Keindahan Lady Elliot Island: Pulau Koral Rumah bagi 1.200 Spesies Laut
Internasional

Mengenal Keindahan Lady Elliot Island: Pulau Koral Rumah bagi 1.200 Spesies Laut

Bagikan
Lady Elliot Island
Lady Elliot Island, Image: @ladyelliotislandecorest / Instagram
Bagikan

finnews.id – Lady Elliot Island menawarkan pengalaman alam yang mampu memikat wisatawan pecinta laut dan penelitian konservasi modern.

Pulau koral ini terletak pada bagian selatan Great Barrier Reef, kawasan yang masuk daftar Warisan Dunia UNESCO dan dikenal sebagai salah satu sistem terumbu karang paling kompleks di Bumi.

Sejak awal kunjungan, pengunjung langsung merasakan suasana alami yang terjaga, udara laut yang bersih, serta air laut yang sangat jernih sehingga kehidupan bawah air tampak jelas bahkan dari permukaan.

Karena kondisi lingkungan masih sehat, pengalaman eksplorasi terasa sangat berbeda dibanding destinasi wisata laut yang sudah ramai dan terbangun secara komersial.

Keanekaragaman Hayati Laut yang Mengagumkan

Pulau ini terkenal karena mendukung lebih dari 1.200 spesies laut, mulai dari terumbu karang keras, ikan karang berwarna cerah, penyu, hingga invertebrata yang hidup dalam jaringan ekosistem yang rumit.

Kondisi ini terjadi karena kawasan tersebut berstatus Green Zone, sebuah penanda perlindungan tinggi dalam sistem konservasi Great Barrier Reef.

Aturan ini membatasi aktivitas yang berpotensi merusak habitat laut, sehingga pemulihan dan pertumbuhan spesies berjalan lebih stabil secara alami.

Selain itu, banyak pengunjung menganggap lokasi ini sebagai tempat terbaik untuk memahami bagaimana ekosistem laut bekerja tanpa intervensi manusia yang berlebihan.

Habitat Manta Ray dan Penyu

Di tengah kawasan konservasi ini, Lady Elliot Island dikenal secara internasional sebagai habitat manta ray.

Banyak penyelam profesional datang hanya untuk menyaksikan tarian anggun manta di perairan dangkal sekitar pulau.

Selain itu, populasi penyu juga berkembang sangat baik sehingga pengunjung bisa melihat penyu mencari makan atau bertelur menurut musim.

Walaupun banyak satwa besar dapat diamati dari dekat, aturan ketat tentang jarak aman dan tidak menyentuh satwa tetap berlaku karena interaksi manusia mampu mengganggu perilaku alami mereka.

Transformasi Lingkungan dan Upaya Pemulihan

Sebelum era pengelolaan modern, kondisi pulau sempat menurun akibat pengambilan sumber daya dan minimnya kesadaran konservasi.

Namun perjalanan pemulihan berlangsung bertahap melalui program penanaman vegetasi asli, pengurangan spesies invasif, serta penerapan sistem wisata ramah lingkungan.

Proses ini tidak hanya memulihkan daratan, namun juga memberikan dampak positif pada kehidupan laut.

Banyak ilmuwan menganggap keberhasilan pemulihan pulau ini sebagai contoh nyata bahwa restorasi ekosistem yang tepat mampu menghidupkan kembali lingkungan yang sebelumnya rusak.

Bagikan
Artikel Terkait
Internasional

Greenland Hadapi Tekanan Geopolitik Usai AS Bahas Opsi Akuisisi

finnews.id – Greenland kembali menjadi perhatian internasional setelah Amerika Serikat menyatakan sedang...

Internasional

AS Buka Opsi Pembelian Greenland, Gedung Putih Akui Pembahasan Masih Berjalan

finnews.id – Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan...

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy.
Internasional

Zelenskyy: Pembicaraan Lanjutan Ukraina dan AS Akan Bahas ‘Isu-isu Paling Sulit’

finnews.id – Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengatakan, pembicaraan lebih lanjut antara tim...

Internasional

PBB Tuduh Israel Terapkan ‘Apartheid’ di Tepi Barat

finnews.id – PBB menyatakan diskriminasi dan segregasi terhadap warga Palestina oleh Israel...