Home Uncategorized Aktivis HAM Kecam Pembelaan Trump ke Pangeran MBS Soal Pembunuhan Jurnalis Khashoggi
Uncategorized

Aktivis HAM Kecam Pembelaan Trump ke Pangeran MBS Soal Pembunuhan Jurnalis Khashoggi

Bagikan
Kecaman Trump Khashoggi
Pernyataan Presiden Donald Trump yang membela Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) dari tuduhan pembunuhan Khashoggi memicu kemarahan. Aktivis hak asasi manusia menuding Trump terlibat dalam upaya penindasan dan eksekusi yang diperintahkan MBS.Foto:Tangkapan Layar DAWN
Bagikan

Pernyataan Trump Soal Khashoggi Picu Kemarahan Aktivis HAM

Finnews.id – Pembelaan terbuka Presiden Donald Trump terhadap Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) mengenai kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi sontak memicu gelombang kecaman keras. Kelompok hak asasi manusia (HAM)  dan aktivis pengawas pemerintah bereaksi tajam terhadap komentar Trump yang menepis temuan intelijen dan malah memuji Pangeran Mahkota Saudi tersebut.

Kritik tajam tersebut muncul sebagai respons terhadap pembelaan Trump atas bisnis keluarganya di Arab Saudi dan komentar kontroversialnya terkait Khashoggi. Para aktivis menilai, sikap Trump telah mengabaikan penindasan yang terus berlangsung di Kerajaan.

Menuduh Trump “Berlumuran Darah” Khashoggi

Raed Jarrar, direktur advokasi DAWN, sebuah organisasi yang didirikan oleh Khashoggi untuk memperjuangkan demokrasi dan hak asasi manusia di dunia Arab, melayangkan tuduhan serius.

“Presiden Trump memiliki darah Jamal Khashoggi di tangannya,” tegas Jarrar. Ia menambahkan bahwa sikap Trump telah “menjadikan dirinya terlibat dalam setiap eksekusi dan pemenjaraan yang diperintahkan MBS sejak saat itu.”

Pernyataan ini menyoroti kekhawatiran besar di kalangan masyarakat sipil. Kelompok-kelompok HAM secara konsisten menyoroti bahwa pihak berwenang Saudi terus melakukan penindasan keras terhadap perbedaan pendapat.

Penindasan tersebut mencakup penangkapan para pembela hak asasi manusia, jurnalis, dan pembangkang politik yang berani mengkritik Kerajaan.

Aktivis juga mencatat adanya lonjakan eksekusi di Arab Saudi. Mereka menghubungkan peningkatan jumlah eksekusi ini dengan upaya pemerintah untuk menekan perbedaan pendapat internal, yang dianggap sebagai ancaman stabilitas.

Sebelumnya Presiden Donald Trump pada hari Selasa 18 November 2025 Waktu setempat, secara terbuka menepis temuan intelijen AS yang menyebutkan bahwa Pangeran Mahkota Saudi tersebut kemungkinan besar mengetahui operasi pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi pada tahun 2018.

Saat pembelaan, Trump melabeli Khashoggi sebagai sosok “sangat kontroversial” dan menyatakan bahwa “banyak orang tidak menyukai beliau.” Pangeran Mohammed sendiri membantah keterlibatannya dalam pembunuhan Khashoggi, yang merupakan warga Saudi sekaligus penduduk Virginia, AS.

Bagikan
Written by
Lina Setiawati

Bergabung dengan FIN CORP di 2024, Lina Setiawati membawa pengalaman jurnalistik lebih dari dua dekade sejak tahun 2000. Spesialisasinya mencakup analisis berita olahraga, dinamika politik, hukum, kriminal, serta peristiwa nasional terkini.

Artikel Terkait
Persaingan Gelar Juara Liga Inggris
Uncategorized

Manchester City Kembali Terpeleset, Arsenal Berpeluang Perlebar Jarak di Puncak

Finnews.id – Langkah Manchester City dalam memburu gelar juara Premier League kembali...

Uncategorized

Darren Fletcher Minta Restu Sir Alex Ferguson sebelum Jadi Manajer Interim MU

finnews.id – Keputusan penting selalu memiliki makna khusus dalam sejarah Manchester United,...

Kasus super flu di DIY
Uncategorized

Dinkes DIY: Satu Kasus Super Flu Merupakan Temuan Lama, Warga Tak Perlu Panik

Finnews.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meminta masyarakat agar...

Masakan Sederhana Sehari-hari
Uncategorized

Para Ahli Ungkap Daftar Makanan yang Bikin Bau Keringat Jadi Lebih Memikat

finnews.id – Bau keringat manusia bukan semata akibat kebersihan atau genetika, melainkan...