finnews.id – Genre film horor masih menjadi favorit masyarakat Indonesia. Tak heran bila terus bermunculan film horor terbaru di bioskop, salah satunya: ‘Dusun Mayit’.
Film ini mengambil lokasi syuting di Gunung Welirang, Jawa Timur. Pemeran utamanya tak asing lagi: Amanda Manopo.
Karena lokasi syutingnya berada di pengunungan, Amanda pun mengaku mendapat banyak pelajaran penting tentang pendakian gunung selama syuting film ini.
Kesulitan-kesulitan yang dihadapi selama melakukan pendakian di jalur yang ekstrem dalam keadaan gelap membuat dia memahami pentingnya memperhatikan aspek-aspek keselamatan selama mendaki gunung.
“Yang penting jangan terburu-buru. Jalan santai, atur napas. Kalau maksa cepat, yang kalah itu napas dan heart rate,” katanya di Jakarta, Selasa.
Dia juga memahami pentingnya fokus dan menjaga ritme saat melalui jalur pendakian sempit yang berbatasan dengan jurang.
“Santai saja. Lama-lama juga nyampe,” kata Amanda, yang mempersiapkan fisik dengan rutin joging dan latihan jalan kaki sebelum syuting film dimulai.
Dia juga menceritakan bahwa perjalanan menuruni gunung dalam keadaan minim cahaya sangat menegangkan dan menuntut kewaspadaan tinggi.
“Kalau turun pas magrib itu agak seram, karena enggak ada lampu,” katanya.
Syuting Film Dusun Mayit Mengambi Jalur Pendakian Berbeda
Amanda mengatakan bahwa tim produksi film “Dusun Mayit” menggunakan jalur pendakian yang berbeda dari jalur umum.
Karena harus melalui jalur pendakian yang lebih sempit dan terjal, para pemeran dan kru produksi film harus meningkatkan konsentrasi dan memperhatikan pijakan agar tidak sampai terpeleset dan jatuh.
Meski harus melalui jalur pendakian yang cukup sulit, Amanda tidak sampai mengalami cedera selama syuting.
Amanda menekankan pentingnya mempersiapkan kondisi fisik serta memperhatikan kondisi lingkungan selama melakukan pendakian.
Film “Dusun Mayit” bercerita tentang empat mahasiswa yang mendaki Gunung Welirang dan mendapati diri mereka berada di desa misterius yang menuntut tumbal.