Home Hukum & Kriminal Bullying SMPN 19 Tangsel, Bantahan Pihak Sekolah
Hukum & KriminalNews

Bullying SMPN 19 Tangsel, Bantahan Pihak Sekolah

Bullying SMPN 19 Tangsel

Bagikan
Bagikan

Selanjutnya, Frida membantah pihak sekolah disebut tidak peduli.

Pihaknya aktif mengikuti perkembangan kondisi korban sejak awal.

“Kami datang ke rumah almarhum, juga ke Rumah Sakit Fatmawati. Kami berkali-kali menanyakan kondisi H (korban). Guru dan beberapa siswa juga ikut menjenguk,” jelas Frida.

Korban Meninggal Diduga karena Dipicu Perundungan

Lembaga Bantuan Hukum yang mendampingi keluarga MH menegaskan, kondisi kritis yang dialami korban bukan dipicu oleh penyakit bawaan, melainkan akibat tindakan perundungan yang disertai kekerasan fisik.

Hal ini disampaikan kuasa hukum keluarga, Alvian, menanggapi keterangan Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie yang sebelumnya menyebut adanya penyakit bawaan pada diri korban.

“Pemicunya karena perundungan. Dari awal sudah ada pemukulan di kepala korban,” ungkap Alvian, Senin (17/11/2025).

Menurutnya, kondisi korban tidak akan memburuk jika tidak ada tindak kekerasan yang dilakukan oleh terduga pelaku.

“Iyalah, karena kalau tidak dipukul, orang tidak bakal sakit. Logikanya begitu,” tegasnya.

Meski begitu, Alvian mengaku pihaknya belum menerima hasil resmi pemeriksaan medis dari rumah sakit terkait penyebab kritisnya MH.

“Belum dapat penjelasan dari rumah sakit untuk penyebab kematiannya,” lanjutnya.

Proses Penyelidikan Bullying

Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Victor Inkiriwang, mendatangi kediaman siswa SMPN 19 Tangsel, MH, Minggu (16/11/2025).

Victor Inkiriwang menyampaikan belasungkawa sekaligus memastikan proses penyelidikan kasus ini tetap berjalan.

“Ini adalah warga kami. Kami hadir untuk mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya kepada orang tua dan keluarga. Kami pun merasakan kehilangan yang dialami pihak keluarga,” ungkapnya.

Victor mengungkapkan, penyelidikan sebenarnya sudah berjalan sejak awal kejadian, bahkan saat keluarga belum membuat laporan resmi.

Menurut Victor, enam saksi yang diduga mengetahui rangkaian peristiwa sudah dimintai keterangan.

Polisi bekerja sama dengan UPTD PPA, KPAI, pihak sekolah, serta rumah sakit yang merawat korban untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Bagikan
Artikel Terkait
News

BPW Indonesia dan KemenHAM Jalin Kerja Sama Strategis Perkuat Peran Perempuan Berbasis HAM

Pemerintah berharap kolaborasi ini dapat memperkuat posisi diplomasi Indonesia dalam isu-isu HAM...

Hukum & KriminalViral

Waspada dengan Video Botol Golda 19 Detik, Penipuan Berbahaya

-Ketidakadaan klarifikasi resmi menjadi indikator kuat bahwa klaim ini masih berada pada...

Program Makan Bergizi Gratis
News

Kemenkes Klaim Kasus Keracunan MBG Menurun Drastis pada Desember 2025

finnews.id – Kasus keracunan massal akibat menu Makan Bergizi Gratis (MBG) diklaim...

Gunung Semeru kembali erupsi, lontarkan material setinggi 700 meter.
News

Gunung Semeru Lontarkan Material Vulkanik Setinggi 700 Meter!

finnews.id – Material vulkanik setinggi 700 meter dilontarkan Gunung Semeru pada Kamis,...