Poporcis dibuat dari adonan yang menggunakan tepung terigu, telur, dan gula, tetapi keunikannya terletak pada penambahan rempah-rempah seperti bubuk kayu manis dan kadang-kadang sedikit pala.
Setelah adonan dibuat dan dibentuk mirip donat tanpa lubang, Poporcis kemudian digoreng hingga berwarna coklat keemasan. Hasilnya adalah camilan hangat yang aroma rempahnya sangat cocok dengan suasana Natal.
3. Babi Guling: Hidangan Puncak Perayaan Bali dan NTT
Meskipun Babi Guling (atau Se’i pada variasi di NTT) adalah hidangan yang dapat ditemukan sepanjang tahun, perannya sebagai hidangan puncak perayaan Natal di komunitas Kristen di Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak dapat digantikan.
Hidangan ini melambangkan kelimpahan dan kegembiraan. Proses memasak Babi Guling yang memakan waktu lama dan sering melibatkan seluruh anggota keluarga menjadi tradisi komunal yang sangat penting di masa liburan.
Kekhasan rasa Babi Guling ditentukan oleh bumbu rahasia yang dikenal sebagai Basa Genep (bumbu dasar Bali) atau rempah-rempah lokal lainnya. Bumbu ini terdiri dari kunyit, jahe, lengkuas, cabai, dan bawang yang diblender dan dioleskan ke seluruh permukaan daging dan rongga perut.
Daging kemudian dipanggang atau diguling di atas bara api selama berjam-jam hingga kulitnya menghasilkan tekstur renyah dan bumbu meresap sempurna.
Keberadaan ketiga hidangan ini menegaskan bahwa perayaan Natal di Indonesia adalah perpaduan harmonis antara iman universal dan kekayaan tradisi kuliner regional.