Home Politik 3 Catatan Negatif Budi Arie yang Membuatnya Sulit Diterima Gerindra
Politik

3 Catatan Negatif Budi Arie yang Membuatnya Sulit Diterima Gerindra

Bagikan
Budi Arie
Budi Arie Ketua Umum Projo
Bagikan

finnews.id – Budi Arie, Ketua Umum Projo yang dikenal sebagai loyalis Presiden Joko Widodo (Jokowi), kini menyatakan keinginan untuk merapat ke Partai Gerindra. Meski terlihat wajar secara politik, langkah ini berpotensi tidak semulus yang dibayangkan.

Pengamat Politik Efriza dari Citra Institute menilai ada beberapa catatan negatif yang bisa memicu resistensi dari internal partai.

“Budi Arie tidak akan mulus untuk bergabung bersama Gerindra,” ujar Efriza, Senin (17/11/2025).

Berikut tiga catatan yang menjadi sorotan:

1. Terseret Kasus Judi Online (Judol)

Masalah hukum terkait kasus judi online membuat ruang gerak Budi Arie di dunia politik semakin sempit. Kasus ini dikhawatirkan bisa menimbulkan sentimen negatif bagi Gerindra jika ia resmi bergabung. Selain itu, pasca reshuffle, ia kesulitan mencari pendanaan politik, sehingga kepindahan ke Gerindra terlihat sebagai langkah pragmatis demi kelangsungan karier politiknya.

2. Sejarah Konflik dengan Prabowo dan Gerindra

Budi Arie tercatat pernah menolak keterlibatan Prabowo Subianto dan Gerindra dalam pemerintahan Jokowi. Riwayat ini menimbulkan kekhawatiran bahwa ada konflik politik yang belum selesai. Langkahnya merapat ke Gerindra dianggap berisiko, karena sejumlah relawan, sayap partai, dan elite Gerindra mungkin masih mengingat posisi politiknya sebelumnya.

3. Loyalitas yang Diragukan

Meski dikenal sebagai loyalis Jokowi, Budi Arie dinilai tidak sepenuhnya mendukung Prabowo dalam berbagai kontestasi politik sebelumnya. Hal ini memunculkan kekhawatiran adanya agenda tersembunyi jika ia bergabung ke Gerindra. Ditambah fakta bahwa ia pernah direshuffle oleh Jokowi, sejumlah pihak meragukan kontribusinya terhadap elektabilitas partai baru yang akan ia masuki.

Menurut Efriza, jika Budi Arie dan Projo diberi perlakuan istimewa di Gerindra, hal ini bisa memicu resistensi dari berbagai elemen partai, mulai relawan hingga elite partai. Dengan kata lain, meski bergabung tampak sebagai langkah strategis, tantangan internal Gerindra bisa jadi cukup berat.

“Jika Budi Arie dan/atau Projo diistimewakan, tentu akan menghadirkan resistensi dari para relawan Prabowo, sayap partai, dan elite-elite partai,” pungkasnya.

Bagikan
Written by
Gatot Wahyu

Gatot Wahyu adalah jurnalis senior yang telah berkecimpung di dunia pers sejak tahun 1990-an. Bergabung dengan Jaringan FIN CORP sejak 2014, ia memiliki spesialisasi dan wawasan mendalam dalam peliputan berita bidang politik, hukum, dan kriminal.

Artikel Terkait
InternasionalPolitik

Didesak Mundur, Emanuel Macron Tetap Berkomitmen pada Rakyat Prancis

finnews.id – Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan dirinya tidak akan mundur dari...

Dalang di Balik Mahalnya Biaya Politik, Semua Parpol Terlibat
Politik

TERUNGKAP! Dalang di Balik Mahalnya Biaya Politik, Semua Parpol Terlibat?

Finnews.id – Biaya politik yang mahal menjadi momok menakutkan dalam setiap penyelenggaraan...

PUTUSAN MK: Pilkada DPRD Sudah TUTUP BUKU Secara Konstitusional
Politik

PUTUSAN MK: Pilkada DPRD Sudah TUTUP BUKU Secara Konstitusional

Finnews.id – Gagasan mengembalikan pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat...

Pilkada Lewat DPRD: Demokrasi di Ujung Tanduk
Politik

Pilkada Lewat DPRD: Demokrasi di Ujung Tanduk?

Finnews.id – Wacana mengembalikan pemilihan kepala daerah (Pilkada) ke tangan DPRD kembali...