Home News TRAGEDI BANJIR SEMARANG: 3 Orang Tewas, Bocah 7 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Saluran Air!
News

TRAGEDI BANJIR SEMARANG: 3 Orang Tewas, Bocah 7 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Saluran Air!

Bagikan
Korban tewas banjir Semarang
Banjir parah selama sepekan di Kota Semarang memakan korban jiwa, total tiga orang meninggal dunia, termasuk Achmad Rifqie Arzan (7) yang ditemukan tewas di selokan Pedurungan. Foto:IG@infosemarangterkini
Bagikan

Penemuan ini menjadi pengingat yang menyakitkan bagi seluruh warga, khususnya orang tua, akan bahaya laten genangan banjir dan saluran air yang arusnya dapat menjadi sangat kuat dan mematikan saat intensitas hujan tinggi.

Dua Korban Sebelumnya: Kecelakaan Kerja dan Tenggelam

Sebelum tragedi Achmad Rifqie, BPBD Kota Semarang telah mencatat dua korban jiwa lain yang juga meninggal dunia akibat tenggelam dalam bencana banjir yang terjadi sejak pekan lalu.

Korban pertama diidentifikasi sebagai Eko Rusianto, seorang warga dari Panggung Kidul, Kecamatan Semarang Utara. Peristiwa nahas ini terjadi pada Sabtu 25 Oktober 2025 di Kolam Retensi Trimulyo. Korban diketahui sedang bekerja membersihkan sampah di area kolam yang tengah meluap. Dugaan kuat menyebutkan korban terpeleset saat bertugas dan tenggelam karena tidak dapat menyelamatkan diri dari kedalaman kolam.

Sementara itu, korban kedua dilaporkan adalah seorang anak-anak yang juga tenggelam setelah bermain di area genangan banjir. Detail pasti mengenai korban kedua dan kronologinya masih didalami lebih lanjut oleh pihak berwajib, namun Endro P. Martanto memastikan bahwa semua korban jiwa adalah akibat dari kecelakaan air di tengah situasi darurat banjir.

BPBD: Imbauan Waspada di Tengah Ancaman Cuaca Ekstrem

Bencana ini kembali menyoroti kerentanan Kota Semarang terhadap banjir, khususnya di wilayah dataran rendah dan kawasan Pantura. BPBD mencatat, selain korban jiwa, puluhan ribu Kepala Keluarga (KK) dan ratusan ribu jiwa terdampak langsung oleh genangan yang ketinggiannya bervariasi.

Menanggapi bertambahnya korban tewas, BPBD Kota Semarang mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan secara signifikan.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang berada di wilayah terdampak banjir, untuk tidak melakukan aktivitas berisiko di dekat sungai, kolam retensi, atau selokan yang arusnya deras. Awasi anak-anak dengan sangat ketat. Hindari bermain di area genangan air, karena kondisi di bawah permukaan air tidak dapat diprediksi dan sangat berbahaya,” tegas Endro.

Bagikan
Written by
Lina Setiawati

Bergabung dengan FIN CORP di 2024, Lina Setiawati membawa pengalaman jurnalistik lebih dari dua dekade sejak tahun 2000. Spesialisasinya mencakup analisis berita olahraga, dinamika politik, hukum, kriminal, serta peristiwa nasional terkini.

Artikel Terkait
Rahasia Tekstur Es Gabus Hunkue
News

Misteri Tekstur Es Gabus, Kenapa Tepung Hunkue Bisa Mirip Spons Sampai Bikin Babinsa Terkecoh?

Edukasi Kuliner Tradisional Kasus ini menyadarkan kita bahwa edukasi mengenai karakteristik bahan...

KAMIS WAJIB BATIK KORPRI, Aturan Baru Seragam ASN Resmi Berlaku di 2026
News

KAMIS WAJIB BATIK KORPRI! Aturan Baru Seragam ASN Resmi Berlaku di 2026

Finnews.id – Badan Kepegawaian Negara (BKN) resmi mengeluarkan aturan terbaru terkait penggunaan...

Menhub Dudy menyusuri jalur darat dari Surabaya hingga Banyuwangi.
News

Kemenhub Tingkatkan Kesiapsiagaan Transportasi Antisipasi Cuaca Ekstrem

Di bidang transportasi laut dan penyeberangan, pemantauan kondisi cuaca dan gelombang juga...

News

Kemenag Akan Gelar Sidang Isbat Awal Ramadan 1447 H pada 17 Februari 202

finnews.id – Kementerian Agama (Kemenag) dijadwalkan menyelenggarakan Sidang Isbat untuk menetapkan awal...