Home Internasional Jamaika Siaga Hadapi Badai Melissa, Badai Terkuat di Dunia Tahun Ini
Internasional

Jamaika Siaga Hadapi Badai Melissa, Badai Terkuat di Dunia Tahun Ini

Bagikan
Badai Melissa
Badai Melissa, Ilustrasi: Fietzfotos / Pixabay
Bagikan

Upaya Pemerintah dan Warga Dalam Menghadapi Ancaman

Perdana Menteri Jamaika Andrew Holness memerintahkan evakuasi segera di sejumlah komunitas rentan. Ia menyerukan agar seluruh warga tetap berada di dalam rumah selama badai melintas dan menghindari perjalanan ke luar daerah. Pemerintah juga telah mengaktifkan lebih dari 800 tempat penampungan di seluruh wilayah, dengan fasilitas makanan, air bersih, dan perlengkapan medis dasar.

Sementara itu, warga di wilayah pegunungan dan pesisir mulai memperkuat rumah mereka dengan papan kayu dan karung pasir. Beberapa di antaranya membantu tetangga yang memiliki rumah tidak layak untuk menghadapi terpaan angin ekstrem. Solidaritas antarwarga menjadi kunci, terutama di daerah yang sulit terjangkau kendaraan evakuasi karena akses jalan sudah terendam air.

Faktor yang Membuat Badai Ini Begitu Kuat

Menurut para ilmuwan, meningkatnya suhu permukaan laut di wilayah Karibia menjadi salah satu alasan mengapa badai Melissa mencapai intensitas kategori lima. Air laut yang lebih hangat memberi energi besar bagi sistem badai untuk menguat secara cepat. Fenomena ini juga disebut rapid intensification, yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim global.

Peneliti dari NOAA menyebut bahwa kondisi atmosfer yang lembap dan rendah geseran angin turut mendukung penguatan badai secara ekstrem. Pola ini telah menjadi perhatian utama komunitas ilmiah, sebab tren pemanasan laut yang berkelanjutan meningkatkan peluang terbentuknya badai super di masa depan.

Risiko dan Tantangan Setelah Badai Berlalu

Setelah badai melintas, tantangan terbesar bagi Jamaika adalah pemulihan infrastruktur dan distribusi bantuan. Banjir besar bisa merusak jaringan listrik, jalan, dan saluran komunikasi, sehingga upaya evakuasi dan penyaluran logistik menjadi terhambat. Lembaga kemanusiaan internasional telah menyiapkan tim tanggap darurat untuk membantu proses pemulihan dan penyediaan kebutuhan dasar.

Pemerintah juga mengimbau agar masyarakat tidak segera kembali ke rumah sebelum ada pernyataan resmi bahwa kondisi aman. Genangan air yang tertinggal dapat menjadi sarang penyakit, dan tanah longsor masih mungkin terjadi di daerah pegunungan setelah curah hujan ekstrem.

Bagikan
Artikel Terkait
Internasional

Tentara Israel Tewaskan 3 Warga Gaza, Empat Lainnya Terluka Akibat Serangan Drone

finnews.id – Tembakan yang dilepaskan tentara Israel menewaskan tiga warga Palestina dalam...

Internasional

Aturan Baru Masuk Singapura Mulai 30 Januari 2026 Diperketat, Turis Bisa Gagal Terbang Sejak Bandara Asal

Ini Penyebab Turis Bisa Gagal Terbang ke Singapura Dengan aturan baru ini,...

Internasional

Trump Ancam Kanada dengan Tarif Pajak 100 Persen Jika Berani Jalin Kesepakatan dengan China

finnews.id – Presiden AS Donald Trump memperingatkan Kanada, jika negara itu menyelesaikan...

Internasional

Kanada Perkuat Keamanan Arktik di Tengah Persaingan Global

Kesimpulan Penguatan pertahanan Kanada di Arktik merupakan respons terhadap kombinasi tekanan geopolitik,...