Catatan Dahlan Iskan

Putus Rantai

Bagikan
Putus Rantai
Bagikan

Di antara Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda itu akan ada satu jenis sekolah lagi: Sekolah Integrasi. Tiap kecamatan satu Sekolah Integrasi. Tahun depan akan dibangun 7.000 sekolah Integrasi.

Memang belum rinci: seperti apa dan siapa yang akan sekolah di situ. Tapi presiden menyebut tiap satu kecamatan harus ada sekolah yang fasilitasnya lengkap: mulai laboratorium bahasa, laboratorium kimia-fisika-matematika, fasilitas olahraga. Ini dikaitkan dengan fenomena banyaknya SD di desa yang kekurangan murid.

“Ada yang muridnya empat, gurunya enam,” kata Presiden. Mungkin, maksudnya, sekolah-sekolah seperti itu tidak mungkin punya fasilitas pendidikan yang bagus. Mereka bisa menggunakan fasilitas lengkap itu secara bersama.

Yang Presiden juga bangga adalah diadakannya IFP –Interactive Flat Panel. Sudah terlaksana. Satu sekolah satu IFP. Ukuran 75 inc. Mirip TV digital paling besar. Lebih hebat. Bisa menampung jutaan file. Semua silabus pendidikan bisa disimpan di situ. Bisa ditulisi, bisa dihapus. Bisa merekam. Berkamera. Bisa untuk pembelajaran jarak jauh.

Ini jelas berbeda dengan Chromebook yang pernah dibagi ke semua sekolah –dan membuat mantan Mendikbud Nadim Makarim jadi tersangka sekarang ini.

Jumlah IFP akan terus ditambah. Tahun depan menjadi dua di tiap sekolah. Lalu enam buah. Tiap kelas memilikinya.

Di sekolah-sekolah swasta yang mahal IFP sudah biasa digunakan. Di negara maju sudah lama. Presiden akan mengejar ketinggalan itu. Lima tahun lagi kita akan lihat, mana yang lebih bermanfaat: IFP atau Chromebook.

Beda dengan di swasta, ide IFP di sekolah negeri ini akan lebih terintegrasi. Misalkan di setiap sekolah terdapat siswa yang tidak puas dengan jawaban guru. Maka semua pertanyaan yang sulit akan dikumpulkan. Tiap satu minggu semua yang dianggap sulit itu dijelaskan lewat IFP. Yang menjelaskan adalah guru yang paling hebat di seluruh Indonesia.

Guru-guru terhebat itu akan mengajar lewat studio yang terpusat. Karena itu akan dibangun studio seperti itu.

Betul. Tidak semua sekolah punya guru yang mumpuni. Dengan IFP siswa di mana pun akan punya kesempatan “diajar” oleh guru terbaik –lewat IFP.

Bagikan
Artikel Terkait
Catatan Dahlan Iskan

Kumpul Optimis

Ia pengusaha Tionghoa asal Padang: Adi Saputra Tedja Surya. Punya bisnis hotel...

Catatan Dahlan Iskan

Stres Debanking

Kalau Senin hari ini kondisi obligasi di Jepang kian parah, perusahaan-perusahaan Trump...

Catatan Dahlan Iskan

Hady Alan

Oleh: Dahlan Iskan Iri. Umur segitu masih sangat sehat. Wajahnya masih halus...

Catatan Dahlan Iskan

Belah Tiga

Ternyata yang ditunggu tidak datang. Amerika terus melancarkan “humor” ingin menjadikan Kanada sekadar negara...