Home Lifestyle Sering Lemas dan Pusing Saat Berdiri? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Tekanan Darah Rendah!
Lifestyle

Sering Lemas dan Pusing Saat Berdiri? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Tekanan Darah Rendah!

Bagikan
Obat Herbal untuk Sakit Kepala
Obat Herbal untuk Sakit Kepala. Foto: Freepik
Bagikan

finnews.id – Apakah Anda pernah merasa tiba-tiba pusing saat berdiri, pandangan berkunang, atau tubuh mendadak lemas tanpa sebab yang jelas?

Jika iya, bisa jadi tubuh sedang memberi sinyal tekanan darah rendah atau hipotensi.

Meski sering dianggap sepele, hipotensi bisa berdampak serius jika tidak dikenali dan ditangani dengan tepat.

Menurut Mayo Clinic, seseorang dikatakan mengalami tekanan darah rendah bila tekanan sistolik berada di bawah 90 mmHg dan tekanan diastolik di bawah 60 mmHg.

Bagi sebagian orang, kondisi ini tidak berbahaya. Namun, pada sebagian lainnya, tekanan darah rendah bisa memicu gejala yang mengganggu aktivitas sehari-hari, bahkan berisiko menyebabkan pingsan.

Gejala Tekanan Darah Rendah yang Perlu Diwaspadai

Mengutip dari American Heart Association (AHA), berikut sejumlah gejala umum tekanan darah rendah yang perlu Anda kenali:

Menurut jurnal BMJ Open, gejala hipotensi bisa semakin berat ketika seseorang mengalami dehidrasi atau kekurangan elektrolit, misalnya setelah berolahraga berat atau cuaca panas ekstrem.

Jadi, kalau Anda sering merasa pusing saat berdiri atau tiba-tiba lemas, jangan dianggap sepele. Itu bisa jadi sinyal tubuh sedang kekurangan tekanan darah.

Penyebab Tekanan Darah Rendah Menurut Ahli

Berdasarkan informasi dari National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI), ada beberapa penyebab utama hipotensi, di antaranya:

  1. Dehidrasi
    Kehilangan banyak cairan tubuh—baik karena keringat, muntah, atau diare—bisa menyebabkan volume darah menurun, sehingga tekanan darah ikut turun.

  2. Perdarahan
    Cedera besar atau pendarahan internal dapat menyebabkan penurunan tekanan darah secara drastis.

  3. Gangguan Jantung
    Menurut Mayo Clinic, bradikardia (detak jantung lambat), gagal jantung, atau serangan jantung dapat memicu tekanan darah rendah.

  4. Gangguan Hormon (Endokrin)
    Ketidakseimbangan hormon akibat penyakit seperti Addison’s disease atau diabetes juga bisa menyebabkan hipotensi.

  5. Efek Samping Obat
    American Heart Association mencatat bahwa obat-obatan seperti diuretik, beta-blocker, hingga antidepresan tertentu dapat menurunkan tekanan darah.

  6. Infeksi Berat (Sepsis)
    Ketika tubuh melawan infeksi besar, tekanan darah bisa turun drastis akibat syok septik, kondisi berbahaya yang perlu penanganan medis segera.

Jenis-Jenis Tekanan Darah Rendah (Hipotensi)

Menurut Mayo Clinic, tekanan darah rendah dapat dibagi menjadi beberapa jenis tergantung penyebab dan situasinya:

Bagikan
Artikel Terkait
Menu takjil paling laris Ramadan
Lifestyle

Siap-Siap Antre! Inilah 10 Menu Takjil Paling Laris yang Selalu Diburu Selama Ramadan

Finnews.id – Gema Ramadan selalu membawa keriuhan tersendiri di sudut-sudut kota menjelang...

Lifestyle

Open BO jadi Momok Generasi Muda: Aib, Tren atau Krisis Moral?

finnews.id – Fenomena open BO menjadi momok menakutkan di jaman sekarang. Terutama...

Lifestyle

Promo Diskon Tiket Lebaran dari Garuda Indonesia, Rute Domestik dan Internasional

finnews.id – PT Garuda Indonesia Tbk menghadirkan promo spesial bertajuk “Takjil Ramadan”....

Lifestyle

Polemik Olahraga Padel: Dari Keluhan Warga Berujung Ditutup

finnews.id – Padel (bahasa Spanyol: pádel) adalah olahraga raket yang menggabungkan unsur-unsur...