Home Lifestyle Fakta dan Mitos Minyak Babi sebagai Bahan Olahan Masakan
Lifestyle

Fakta dan Mitos Minyak Babi sebagai Bahan Olahan Masakan

Minyak babi

Bagikan
Bagikan

Dipaparkan bahwa setiap 100 gram lemak babi mengandung setidaknya 902 kal energi dan 100 gram lemak. Artinya, setiap 1 gram lemak babi memiliki kandungan 9 kal. Inilah yang membuat lemak babi dikenal memiliki kandungan kadar lemak yang cenderung tinggi.

3. Lemak Masak Tidak Sehat

Tingginya lemak yang terkandung di dalam lemak babi rupanya memicu anggapan bagi tidak sedikit orang bahwa jenis lemak yang satu ini tidaklah sehat untuk digunakan. Padahal dijelaskan dalam laman All Recipes, meskipun lemak babi memiliki konsentrasi asam lemak jenuh dan kolesterol yang cenderung tinggi, ada kelebihan tersendiri yang dimiliki oleh jenis lemak masak yang satu ini.

Dikatakan bahwa banyak juru masak yang lebih memilih lemak babi dibandingkan lemak nabati maupun mentega. Alasannya karena lemak babi justru memiliki kandungan lebih sedikit lemak trans dibandingkan lemak nabati. Tidak hanya itu, lemak babi juga mengandung lebih sedikit lemak jenuh apabila dibandingkan dengan mentega. Meskipun begitu, penggunaan minyak babi tetaplah harus diperhatikan.

4. Bisa Digunakan untuk Berbagai Metode Memasak

Fakta menarik lainnya seputar minyak babi atau lemak babi adalah kegunaannya yang dapat dipakai untuk sejumlah metode memasak. Masih merujuk dari sumber yang sama, dapat diketahui bahwa minyak babi bisa dimanfaatkan untuk menggoreng, menumis, hingga memanggang.

Tidak hanya itu saja, ada keunggulan minyak babi yang mungkin sering kali tidak terpikirkan oleh banyak orang. Salah satunya saat menggunakan teknik tertentu, minyak babi dapat membuat hasil masakan lebih renyah.

5. Tidak Memicu Rasa Daging Babi

Anggapan lainnya yang menyertai minyak babi adalah olahan masakan yang dihasilkan akan tercium aroma daging babi yang kuat. Sebaliknya, ternyata penggunaan minyak babi bisa memicu rasa yang cenderung netral. Diungkap dalam laman Sparrow Hill Farm, minyak babi memiliki rasa yang netral.

Apabila makanan dimasak dengan menggunakan minyak babi, maka rasa yang dihasilkan tidak dominan seperti daging babi. Sebaliknya, jenis minyak ini menghasilkan sensasi yang renyah pada olahan masakan tertentu.

6. Makanan Utuh

Masih mengacu dari sumber yang sama dijelaskan juga bahwa lemak babi diolah sebagai makanan utuh. Artinya, proses hingga menjadi minyak babi itu sendiri dilakukan secara minimal. Umumnya, minyak babi tidak melibatkan tambahan bahan, aditif, hingga pengawet lain.

Bagikan
Artikel Terkait
Kota Seribu Kucing
Lifestyle

Apa Betul Piara Kucing Bikin Mandul? Mitos, Fakta dan Bukti Ilmiah

Sumber Infeksi Terbesar Bukan Dari Kucing Menurut CDC, sebagian besar kasus infeksi...

Lifestyle

Menikah siri Tanpa Sepengetahuan Istri Pertama, Apakah Sah menurut Agama dan Negara?

MUI menegaskan bahwa pencatatan pernikahan adalah bagian dari penyempurnaan akad demi memastikan...

Lifestyle

Orang tua Disarankan untuk Bekali Anak dengan Literasi Digital

finnews.id – Psikolog klinis Phoebe Ramadina, M.Psi., Psikolog mengingatkan pentingnya orangtua membekali...

BPJS tanggung biaya cuci darah
Lifestyle

CUCI DARAH MAHAL? Tenang, BPJS Tanggung Sampai Ratusan Juta Rupiah

Rumah sakit hanya perlu memberikan pelatihan awal, sementara cairan dan perlengkapan CAPD...