Home Tekno Bikin Geleng Kepala! Harga Internet Indonesia Masuk 15 Besar Termahal di Dunia, Kalahkan Kanada dan Australia!
Tekno

Bikin Geleng Kepala! Harga Internet Indonesia Masuk 15 Besar Termahal di Dunia, Kalahkan Kanada dan Australia!

Bagikan
Bagikan

finnews.id – Di era digital seperti sekarang, internet bukan lagi kebutuhan tambahan tapi sudah jadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari.

Mulai dari bekerja, sekolah, hingga jual beli online, semua bergantung pada koneksi internet yang cepat dan stabil.

Namun, di balik tingginya ketergantungan masyarakat terhadap internet, ternyata biaya akses internet di sejumlah negara masih sangat mahal.

Dan yang mengejutkan, Indonesia masuk dalam daftar negara dengan harga internet termahal di dunia tahun 2025!

5,56 Miliar Pengguna Internet di Dunia

Dikutip dari Indian Express, Kamis (9/10/2025), jumlah pengguna internet di seluruh dunia kini mencapai 5,56 miliar orang. Angka ini naik 2,4 persen dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 5,43 miliar pengguna, menurut data dari Statista.

Internet telah menjadi tulang punggung komunikasi global, memungkinkan pertukaran informasi secara instan dan mendukung aktivitas ekonomi, termasuk bisnis berbasis online.

Tapi, di balik manfaatnya, biaya untuk menikmati internet ternyata sangat bervariasi di setiap negara.

Uni Emirat Arab Jadi Negara dengan Internet Termahal di Dunia

Berdasarkan laporan terbaru We Are Social tahun 2025, Uni Emirat Arab (UEA) menempati posisi pertama sebagai negara dengan biaya internet broadband tetap paling mahal di dunia.

Rata-rata harga internet di UEA mencapai 4,31 dolar AS per Mbps, atau sekitar Rp 71.500 (kurs Sabtu, 11 Oktober 2025).

Mahalnya harga ini disebabkan karena hanya ada dua penyedia layanan internet milik negara, yang membuat kompetisi terbatas dan harga melambung tinggi.

Harga tersebut bahkan dua kali lipat lebih mahal dibandingkan Ghana yang berada di posisi kedua dengan biaya 2,58 dolar AS per Mbps (sekitar Rp 42.900).

Sementara itu, negara lain yang juga termasuk dalam daftar 10 besar antara lain:

  • Swiss: 2,07 dolar AS (Rp 34.400)

  • Kenya: 1,54 dolar AS (Rp 25.600)

  • Maroko: 1,16 dolar AS (Rp 19.300)

  • Australia: 1,05 dolar AS (Rp 17.400)

  • Jerman: 1,04 dolar AS (Rp 17.300)

  • Nigeria: 0,72 dolar AS (Rp 11.950)

  • Kanada: 0,66 dolar AS (Rp 10.950)

  • Pakistan: 0,53 dolar AS (Rp 8.800)

Indonesia Peringkat 12 Dunia dengan Harga Rp 6.800 per Mbps

Yang menarik, Indonesia berada di urutan ke-12 dunia dalam daftar negara dengan biaya internet termahal tahun 2025.

Menurut data We Are Social, harga rata-rata internet broadband tetap di Indonesia mencapai 0,41 dolar AS per Mbps, atau setara dengan Rp 6.800.

Meski angka tersebut terlihat kecil dibanding negara-negara di Eropa atau Timur Tengah, biaya ini tergolong tinggi jika dibandingkan dengan daya beli masyarakat dan kecepatan internet yang didapat.

Sebagai pembanding, Hong Kong dan Bangladesh yang berada di bawah Indonesia menawarkan harga internet 0,36–0,39 dolar AS per Mbps atau sekitar Rp 6.000–Rp 6.500.

Dengan demikian, meskipun bukan yang termahal secara global, internet di Indonesia tetap terbilang mahal untuk kawasan Asia Tenggara.

Indonesia Jadi Negara dengan Internet Termahal di ASEAN

Jika dilihat dari perbandingan antarnegara ASEAN, posisi Indonesia cukup mencolok.

Dalam laporan yang sama, Indonesia menempati peringkat pertama sebagai negara dengan harga internet termahal di Asia Tenggara (ASEAN).

Berikut daftar biaya rata-rata internet broadband per Mbps di kawasan ASEAN tahun 2025:

  1. Indonesia: 0,41 dolar AS (sekitar Rp 6.800)

  2. Filipina: 0,14 dolar AS (sekitar Rp 2.325)

  3. Malaysia: 0,09 dolar AS (sekitar Rp 1.494)

  4. Vietnam: 0,04 dolar AS (sekitar Rp 664)

  5. Singapura: 0,03 dolar AS (sekitar Rp 498)

  6. Thailand: 0,02 dolar AS (sekitar Rp 332)

Dari data tersebut, terlihat bahwa biaya internet di Indonesia hampir 20 kali lipat lebih mahal dibanding Thailand, padahal kedua negara sama-sama memiliki pertumbuhan ekonomi digital yang pesat.

Kenapa Internet di Indonesia Masih Mahal?

Ada beberapa faktor yang membuat harga internet di Indonesia relatif lebih tinggi dibanding negara lain:

  1. Infrastruktur belum merata.
    Pembangunan jaringan fiber optic dan BTS (Base Transceiver Station) masih terkonsentrasi di kota besar. Wilayah terpencil seringkali belum mendapatkan akses stabil, sehingga biaya distribusi meningkat.

  2. Tingkat kompetisi penyedia layanan.
    Meski ada banyak operator, beberapa wilayah hanya dilayani oleh satu atau dua penyedia, yang menyebabkan harga tidak bisa bersaing.

  3. Biaya investasi tinggi.
    Pembangunan infrastruktur internet di negara kepulauan seperti Indonesia memerlukan biaya besar untuk kabel bawah laut dan satelit.

  4. Ketimpangan daya beli masyarakat.
    Rata-rata pendapatan masyarakat belum sebanding dengan harga langganan internet yang ditawarkan oleh provider.

Bagikan
Artikel Terkait
Meledakkan omzet April 2026 dengan strategi marketing media sosial Q2 terbaru! Simak ide konten promosi TikTok viral yang bikin penjualan naik tajam.
Tekno

Omzet Meledak! Strategi Marketing Media Sosial Q2: Rahasia Konten TikTok Viral April 2026

finnews.id – Memasuki kuartal kedua (Q2) tahun 2026, persaingan di pasar digital...

Tekno

Tablet vs Laptop untuk Mahasiswa 2026: Mana Lebih Worth It untuk Kuliah?

finnews.id – Memilih perangkat terbaik untuk menunjang aktivitas belajar masih menjadi dilema...

Tekno

Samsung Galaxy A57 5G vs Samsung Galaxy A56 5G Mana yang Terbaik?

finnews.id – Samsung kembali memperkuat lini ponsel kelas menengahnya di Indonesia dengan...

Tekno

Infinix Rilis XPad Series di Indonesia, Tablet Rp2 Jutaan dengan RAM 8GB, Cocok untuk Pelajar hingga Pekerja

finnews.id – Infinix resmi meluncurkan lini tablet terbarunya, XPad Series, di pasar...