Home Lifestyle BGN Bongkar Keuntungan Pengusaha Dapur MBG
Lifestyle

BGN Bongkar Keuntungan Pengusaha Dapur MBG

Keuntungan Pengusaha MBG

Bagikan
Bagikan

“Jadi anda hitung, (modal) dia akan kembali dalam berapa tahun? Kalau MBG-nya sedikit, bisa jadi dia lima tahun belum balik loh masuk uangnya,” kata dia.

Selain untuk biaya sewa, masih ada potongan dari uang Rp 15 ribu untuk setiap porsi MBG. Potongan kedua adalah Rp 3.000 dari setiap porsi untuk kebutuhan operasional, mulai membayar karyawan, listrik, internet, gas, sewa mobil operasional, transportasi, dan lainnya.

 

Setelah dikurangi biaya sewa dan operasional, hanya tersisa Rp 10 ribu. Sisa itulah yang sepenuhnya digunakan untuk kebutuhan membeli bahan baku bagi setiap porsi MBG.

“Kan ada orang, paling itu dibelanjakan itu hanya Rp 7.000, Rp 8.000, makanya menunya nggak bagus. Salah,” tegas Nanik.

 

Menurut dia, pembelian bahan baku untuk menu MBG tidak sama nilai uangnya setiap hari. Ia mencontohkan, kebutuhan belanja untuk hari ini bisa saja Rp 8.000 untuk setiap porsi MBG. Namun, biaya itu pasti akan dilebihkan pada hari lainnya.

 

“Karena makanya kalau belanja terus, dikasih susu terus, duitnya nggak cukup. Jadi dia akan dipaskan kira-kira hari Rabu satu kali susu dengan hari Jumat satu kali susu,” kata dia.

Ihwal kemungkinan adanya kelebihan dana dalam rekening itu, Nanik menjelaskan, uang itu bakal tetap berada di rekening. Pihak mitra dan SPPG disebut tidak bisa menggunakan uang itu, karena dikontrol langsung oleh Kementerian Keuangan dan bakal diaudit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

 

“Jadi uang yang tersisa itu ada di rekening itu. Jadi tidak mungkin kalau uang yang MBG ini dikorupsi itu, enggak mungkin. Kecil lah, sekian persen,” kata dia.

Ia menambahkan, SPPG juga telah memiliki data kebutuhan harga bahan pokok. Hal disediakan untuk meminimalkan kemungkinan mark up harga kebutuhan pokok oleh supplier.

 

“Nah, kalau dia ini belanjanya, mitra ternyata lebih tinggi, dia (SPPG) enggak mau,” kata Nanik.

 

Sebelumnya, politisi Partai Demokrat, Andi Arief, menduga maraknya kasus keracunan akibat MBG disebabkan pengusaha yang mengambil untung terlalu besar. Alhasil, kualitas makanan yang disajikan dinomorduakan.

Bagikan
Artikel Terkait
Lifestyle

Nasi Biryani jadi Menu Favorit India? Ini Manfaat Kesehatannya

finnews.id – Siapa yang tidak mengenal Nasi Biryani? Nasi biryani dengan topping...

Lifestyle

Tak Ada Kopi? Minuman ini Ternyata Bisa Usir Kantuk

Cokelat mengandung kafein alami dan bisa meningkatkan energi sekaligus suasana hati. Pilih...

Super Flu
Lifestyle

WASPADA! Super Flu Merebak di Sejumlah Negara

finnews.id – Lonjakan kasus influenza di berbagai negara akibat kemunculan varian baru...

Perubahan Kulit Bisa Jadi Sinyal Ginjal Bermasalah
Lifestyle

JANGAN ANGGAP SEPELE! Perubahan Kulit Bisa Jadi Sinyal Ginjal Bermasalah, Ini Tanda-Tandanya

Kulit menjadi lebih rentan terhadap infeksi, sehingga perawatan lembut dan menjaga kebersihan...