Home Lifestyle 5 Bahan Kue Nastar yang Sebaiknya Dihindari agar Tidak Gampang Hancur
Lifestyle

5 Bahan Kue Nastar yang Sebaiknya Dihindari agar Tidak Gampang Hancur

Bagikan
Bahan Kue Nastar
Bahan Kue Nastar, Image: DALL·E 3
Bagikan

finnews.id – Nastar menjadi salah satu kue kering paling populer saat Lebaran maupun acara keluarga. Teksturnya lembut dengan manis-asam selai nanas membuat siapa saja sulit berhenti menyantapnya. Sayangnya, banyak orang mengeluh kue buatan mereka cepat hancur, retak, atau terlalu rapuh. Penyebab utama sering kali terletak pada bahan kue nastar yang dipakai.

Memilih bahan terlihat sederhana, tetapi perbedaan jenis tepung, lemak, atau tambahan lain bisa mengubah hasil akhir. Jika salah pilih, nastar kehilangan kelembutannya. Mari kita bahas lima bahan yang sebaiknya tidak digunakan agar nastar tetap lembut, utuh, dan enak.

Tepung Terigu Protein Tinggi atau Takaran Berlebihan

Banyak orang salah memilih tepung. Bahan kue nastar yang tepat adalah tepung terigu protein rendah. Tepung ini membentuk sedikit gluten sehingga menghasilkan tekstur halus dan renyah.

Sebaliknya, tepung terigu protein tinggi cocok untuk roti, bukan nastar. Gluten yang kuat membuat kue keras, kering, dan mudah retak. Takaran tepung yang terlalu banyak juga menghilangkan kelembapan dan membuat adonan hancur saat digigit. Gunakan timbangan digital agar takaran presisi, bukan sendok atau gelas ukur.

Margarin Berair atau Minyak Cair

Lemak berperan penting dalam menjaga kelembutan adonan. Sayangnya, beberapa orang memilih margarin berkualitas rendah yang mengandung banyak air. Saat dipanggang, air tersebut menguap dan menyebabkan adonan retak.

Mengganti mentega dengan minyak cair juga merusak tekstur. Minyak tidak mampu menopang adonan karena strukturnya cair. Akibatnya, nastar rapuh, berminyak, dan sulit dibentuk bulat sempurna. Pilih kombinasi mentega dan margarin padat berkualitas agar aroma harum tetap terjaga dan tekstur stabil.

Gula Halus dalam Jumlah Berlebihan

Gula memang memberi rasa manis, tetapi jika berlebihan, adonan menjadi kering dan rapuh. bahan ini menarik kelembapan keluar dari adonan sehingga nastar gampang pecah.

Ingat, manisnya nastar terutama berasal dari selai nanas. Jadi jangan menambahkan terlalu banyak gula pada kulit kue. Gunakan secukupnya untuk menambah rasa sekaligus menjaga kelembutan.

Bagikan
Artikel Terkait
Kabar Baik! BPW Indonesia & RS Siloam Siapkan 25.000 Kuota Screening Kanker Payudara Gratis
Lifestyle

KABAR BAIK! BPW Indonesia dan RS Siloam Siapkan 25.000 Kuota Screening Kanker Payudara Gratis

finnews.id – Kanker payudara masih menjadi momok menakutkan sekaligus penyebab kematian tertinggi...

Lifestyle

Bandwagon Effect: Fenomena Ikut-Ikutan dalam Psikologi Sosial

finnews.id – Bandwagon Effect: Ketika Pilihan Publik Dibentuk oleh Arus Mayoritas Fenomena...

Lifestyle

Bukan Sekadar Ikut-Ikutan, Ini Alasan Remaja Sulit Lepas dari Tren

finnews.id – Kenapa Remaja Gampang Ikut Tren? Remaja sering kali menjadi kelompok...

Lifestyle

FOMO Berujung Petaka: Fenomena Anak Muda Menghirup Gas Tertawa

finnews.id – Fenomena Anak Muda Memakai Gas Tertawa karena FOMO Dalam beberapa...