Home Lifestyle Cara Mengobati Amandel biar Gak Kambuh Lagi di Kemudian Hari
Lifestyle

Cara Mengobati Amandel biar Gak Kambuh Lagi di Kemudian Hari

Bagikan
Cara Mengobati Amandel
Cara Mengobati Amandel, Image: DALL·E 3
Bagikan

Cara Mengobat Amandel di Rumah

Untuk kasus ringan, langkah perawatan mandiri bisa dilakukan sebelum ke dokter. Beberapa cara sederhana ini terbukti membantu:

1. Rutin Berkumur Air Garam Hangat

Air garam bisa membantu membunuh kuman sekaligus mengurangi nyeri tenggorokan. Larutkan setengah sendok teh garam dalam segelas air hangat, gunakan untuk berkumur 2–3 kali sehari.

2. Konsumsi Cairan Hangat

Air putih hangat, teh herbal, atau madu lemon bisa melembapkan tenggorokan sekaligus mempercepat pemulihan.

3. Perbanyak Istirahat

Tubuh membutuhkan energi lebih saat melawan infeksi. Tidur cukup dan kurangi aktivitas berat agar sistem imun bekerja maksimal.

4. Pilih Makanan Lembut

Bubur, sup hangat, atau buah yang dihaluskan lebih mudah ditelan dan tidak melukai tenggorokan.

5. Gunakan Obat Pereda Nyeri

Jika nyeri atau demam tidak tertahankan, obat seperti paracetamol atau ibuprofen bisa dipakai sesuai aturan pakai.

Cara Medis untuk Mengobati Amandel

Apabila gejala tidak membaik hanya dengan perawatan rumah, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan. Penanganan medis biasanya meliputi:

Tanda Amandel Harus Segera Diperiksakan ke Dokter

Tidak semua radang bisa ditangani di rumah. Ada beberapa kondisi yang memerlukan pertolongan medis segera, seperti:

  • Demam tinggi tidak kunjung turun.

  • Kesulitan menelan hingga tidak bisa makan atau minum.

  • Sesak napas karena amandel terlalu membesar.

  • Radang kambuh lebih dari 5 kali dalam setahun.

  • Timbul abses atau nanah di sekitar amandel.

Apakah Operasi Wajib?

Operasi atau tonsilektomi bukan satu-satunya cara mengobati amandel. Tindakan ini biasanya hanya terjadi bila:

  • Radang sudah terlalu sering kambuh.

  • Amandel mengganggu pernapasan atau menelan.

  • Ada komplikasi berupa abses berulang.

  • Pengobatan dengan obat tidak lagi efektif.

Operasi dilakukan dengan bius total dan relatif aman. Setelah operasi, pasien perlu waktu pemulihan 1–2 minggu dengan perawatan khusus.

Bagikan
Artikel Terkait
Lifestyle

Laris tapi Untungnya Beda: Adu Cuan Ternak Ikan Patin vs Ikan Gabus

Berbeda dengan patin, ikan gabus masuk dalam kategori ikan bernilai jual tinggi....

Makanan simbolik Tahun Baru Imlek
Lifestyle

Filosofi di Atas Piring: 10 Makanan Pembawa Keberuntungan Saat Tahun Baru Imlek

8. Sayuran Daun Hijau Sayuran seperti sawi, bok choy, dan bayam melambangkan...

Lifestyle

Dari Ritual Sakral hingga Pesta Rakyat: Pesona Festival Budaya yang Tak Pernah Pudar

Perayaan Budaya di Indonesia Indonesia sebagai negara multikultural memiliki ratusan perayaan dan...

Lifestyle

Tahukah Anda? Kalender Lunar Ternyata Lebih Tua dari Kalender Masehi

2. Kalender Cina Kalender Cina merupakan kalender lunisolar, yaitu menggabungkan perhitungan bulan...