Catatan Dahlan Iskan

Joget Malinau

Bagikan
Joget Malinau
Bagikan

“Alhamdulillah,” jawabnya.

“Semuanya? Sebanyak 30 juz?”

“Alhamdulillah”.

Sudah banyak lulusan pondok pesantren kuliah di Tiongkok, tapi rasanya baru satu ini yang hafal Quran.

Seorang calon mahasiswa saya tanya: apakah ibunyi hadir di acara ini. Ada. Saya minta sang ibu ke atas panggung. Ternyata dari Kuningan, Jawa Barat.

“Kok tega putranya dilepas ke Tiongkok?”

“Saya punya dua anak. Kakaknya sudah kuliah di Taiwan”.

“Berarti tidak ada anak lagi di Kuningan?”

“Tidak apa-apa. Saya memang menantang anak-anak saya untuk melebihi ibu mereka,” katanyi.

Ternyata ibu ini lulusan Universitas Indonesia. Jurusan ilmu kesehatan masyarakat. Waktu itu dia mendapat beasiswa. Anak-anaknyi dia tantang untuk dapat beasiswa yang lebih hebat dari ibu mereka.

Lalu ada seorang ibu punya anak kembar. Wanita semua. Hanya itu anaknyi. Dua-duanyi berangkat ke Tiongkok. Ternyata saya pernah bertemu si kembar itu –alumnus SMA International Islamic School Pesantren Sabilil Muttaqin, Magetan.

Satu hal yang saya menyalahkan diri sendiri hari itu: mengapa acara itu tidak saya majukan seminggu sebelumnya. Tim intelijen Disway rupanya kecolongan info A1. Itulah kelemahan intel kami yang memang tidak dibiasakan ikut bermain.

Bagikan
Artikel Terkait
Catatan Dahlan Iskan

Bulan Bulat

  Perjalanan itu delapan hari, tapi karena tiga hari pertama harus sering...

Catatan Dahlan Iskan

Buka Blak

Oleh: Dahlan Iskan Siapa yang “kecopetan” terbanyak di krisis bursa saham belakangan...

Catatan Dahlan Iskan

Ibadah Stres

Oleh: Dahlan Iskan Kalau saja permintaan MSCI dipenuhi,apa saja yang akan berubah...

Catatan Dahlan Iskan

PT Bukan

Muara dari demutualisasi tersebut adalah independensi dan keterbukaan pasar modal. Bukan lagi...