Catatan Dahlan Iskan

Bambu Lentur

Bagikan
Bagikan

Siapa yang lebih hebat: MBS atau DT. Mungkin Anda akan menjawab: Kasmudjo.

MBS, Mohamad bin Salman, memang generasi muda yang hebat. Ia berhasil meyakinkan tokoh dunia sekelas Presiden Donald Trump. Sampai Trump mau bertemu musuh Amerika: pemimpin baru Syria, Ahmad Sharaa.

MBS menyediakan istananya di Riyadh untuk pertemuan bersejarah itu.

Trump juga hebat: mau mendengar kata-kata MBS soal pemimpin baru Syria. Dua-duanya hebat. Termasuk Kasmudjo.

Ada orang hebat lainnya: Recep Tayyip Erdogan, presiden Turki. Ia hadir di pertemuan itu meski secara online.

Empat orang itu tokoh-tokoh dengan posisi di persilangan yang sulit. Amerika menganggap Ahmad Sharaa tokoh teroris yang paling dicari: siapa yang bisa memenggal kepalanya dapat hadiah Rp 170 miliar – USD 10 juta.

Jumat kemarin itu kepala Ahmad Sharaa ada di depan Trump. Kepala utuh. Lengkap dengan mata, telinga, hidung, dan jenggotnya.

Tapi penampilan Ahmad Sharaa kemarin jauh dari kesan seorang teroris yang garang dan bengis. Ahmad Sharaa pakai jas dan dasi klimis. Jenggotnya yang lebat dan hitam ditata seperti baru keluar dari salon. Gerak-gerik badannya sangat lembut, sopan dan tawaduk –untuk ukuran seorang teroris seharga Rp 170 miliar.

Trump sampai sangat terkesan kepadanya. Kepada media, Trump sampai menilai Ahmad Sharaa adalah orang “muda, atraktif, dan sosok yang tangguh”.

Muda itu pasti –di mata orang setua saya. Atau di mata para presiden dunia. Umurnya 42 tahun. Nama terorisnya: Abu Muhammad Al Julani.

Saya tidak tahu dari sudut mana Trump menilai ia atraktif. Mungkin dari pakaian dan penataan rambut dan brewoknya. Mungkin Trump berpikir ”kok beda” dengan yang ia bayangkan.

Bahwa ia sosok yang tangguh tentu bisa dilihat dari latar belakangnya: mampu memimpin gerakan penggulingan diktator dinasti dua generasi di Syria: Bashar al-Assad. Juga bisa dilihat dari kemampuannya menyatukan faksi-faksi beda aliran di kelompok penentang Bashar al-Assad.

Sudah enam bulan Ahmad Sharaa menjadi presiden sementara Syria. Letupan-letupan ketidakpuasan sudah mulai muncul. Saling tembak masih sering terjadi. Belum terbentuk tentara nasional Syria.

Bagikan
Artikel Terkait
Catatan Dahlan Iskan

Sirrul Cholil

Rahasia kekasih. Musim hujan yang datang lebih dini tidak hanya membuat banjir...

James Rachman Radjimin (duduk) sewaktu masih sehat.--
Catatan Dahlan Iskan

Carter 747  

PUN ketika meninggal dunia, James Rachman Radjimin memecahkan rekor: vegetatif terlama di...

Ilustrasi Nadiem Makarim-Gusti-Harian Disway-
Catatan Dahlan Iskan

Melanggar Sombong

BEGITU besar nama Nadiem Makarim. Sejak sebelum menjadi menteri. Bahkan sudah lebih...

dr Edwin Ongkoraharjo (kiri) bersama Soedomo Mergonoto (tengah)
Catatan Dahlan Iskan

Pilihan Baru

PERLOMBAAN memiliki alat terbaru terus berlangsung. Pesertanya: rumah-rumah sakit. Lomba itu kini...